-->

Kronik Toggle

Adjie Suradji, Dua Kali Menulis Dua Kali Ditegur

JAKARTA, KOMPAS.com — Kolonel Perbang Adjie Suradji sudah dua kali menulis di halaman “Opini” harian Kompas. Hasilnya, dua kali ia ditegur institusi TNI Angkatan Udara.

Tulisan pertama muncul pada Rabu, 27 Mei 2009. Saat itu ia menulis “Hercules, Peti Mati Terbang”. Tulisan itu dibuat setelah kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Madiun yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Dalam tulisannya, Adjie mengkritik model perawatan pesawat-pesawat TNI Angkatan Udara. Ia menengarai penggantian suku cadang yang dilakukan dengan cara yang tidak semestinya. Ada indikasi, tulis Adjie, suku cadang pesawat banyak yang palsu.

Sekadar mengutip tulisan Adjie, “Disinyalir Indonesia termasuk salah satu negara tujuan peredaran barang-barang aspal yang mengancam dunia penerbangan sipil atau militer. Karena itu, predikat peti mati terbang seharusnya berlaku untuk semua pesawat, sipil atau militer. Tak heran, berapa insiden yang menimpa penerbangan sipil.”

“Karena tulisan itu saya ditegur. Padahal dengan tulisan itu saya ingin mengkritik soal anggaran perawatan pesawat yang minim. Maksudnya supaya pemerintah menambah anggaran untuk TNI Angkatan Udara,” ungkapnya.

Terakhir, tulisan Adjie pun membuat institusi TNI berang. Artikel bertajuk “Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan” yang dimuat di halaman “Opini” harian Kompas, Senin (6/9/2010), mengkritik secara terbuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang notabene adalah Panglima Tertinggi TNI.

Dalam tulisannya, Adjie menggugat keberanian Presiden Yudhoyono melakukan perubahan di negeri ini. Dalam salah satu bagian artikelnya, ia menulis, “Apakah SBY dapat dipandang sebagai pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan konsisten dalam pengertian teguh dengan karakter dirinya, berani mengambil keputusan berisiko, atau justru menjalankan kepemimpinan populis dengan segala pencitraannya?”

Mengenai kontroversi artikelnya yang terakhir, ia menyerahkan sepenuhnya kepada institusi TNI Angkatan Udara. Ia mengaku sudah mendapat teguran dari TNI Angkatan Udara. Namun, ia tidak mengurai lebih jauh soal teguran yang diterimanya.

*) Kompas.com 7 September 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan