Day: September 23, 2010

Kartun Nabi Muhammad akan Dibukukan

Kopenhagen – Aksi propaganda untuk memancing kemarahan umat Islam kembali terjadi. Kartun Nabi Muhammad yang mengundang protes besar dari kaum muslim di belahan dunia empat tahun lalu, akan dipublikasi dalam

Selengkapnya >>

Keep Your Hand Moving

HERNADI TANZIL|Di era cyber ini mengemukakan sesuatu yang ada dalam pikiran seperti pendapat, curhat, gugatan, kisah pribadi dalam bentuk tulisan sudah merupakan hal yang umum. Lihat saja, saat blog begitu populer banyak orang menulis keseharian atau opini dalam blognya. Kemudian diikuti dengan era jejaring sosial seperti multiply, feacebook, twitter, dll yang menggerakkan orang untuk terus menulis apa yang ada dalam benak mereka.

Selengkapnya >>

Dua Puisi Neruda (Terjemahan NJOTO)

Dua Puisi Neruda (Terjemahan NJOTO) Pablo Neruda Kau harus dengarkan aku Aku bernyanyi mengembara diantara batang-batang anggur Eropa dan dalam angin, angin Asia. Yang terbaik dari sepanjang usia manusia dan

Selengkapnya >>

IL Postino

DIANA AV SASA | Puisilah menjadi musabab kematian Mario dan dibuangnya Pablo. Puisi memang berkerabat baik dengan politik. Namun kerap politik tak mengakui kekerabatan itu. Politik selalu menjadikannya musuh yang harus enyah. Di mana pun, penyair yang berpolitik kerap menemui nasib yang mengenaskan: Pablo Neruda, Garcia Lorca, Wiji Thukul, untuk menyebut beberapa nama.

Selengkapnya >>

Gelaran Jambu: Tadarus Sastra di Kampung

Ya, ini adalah kali pertama dilakukan di kampung kami. Kalau umumnya tadarus di desa ini adalah mengaji Al Qur’an, kitab kuning, serta kitab-kitab lain, tadarus kali ini adalah dengan mengaji karya sastra. Tadarus Sastra. Begitu kami memberi nama hajat ini.

Selengkapnya >>

Pablo Neruda Pernah di Batavia

SIGIT SUSANTO | Antara tahun 1927-1932 Neruda bertugas sebagai konsul Chile di Asia, antara lain Rangun, Colombo, Batavia dan Singapura. Kedatangan Neruda pertama kali di Batavia menyimpan kisah konyol dengan hotel boy. Ketika dia hendak menulis telegram untuk pemerintahnya di Chile, karena kedatangannya ditolak oleh pejabat Belanda. Tiba-tiba tintanya habis. Neruda memanggil seorang hotel boy untuk meminta tinta dengan memperagakan sebuah pensil di tangan sembari bilang, “Ink, ink”.

Selengkapnya >>