-->

Lainnya Toggle

Trilogi Lekra Tak Membakar Buku

Sampul_Trilogi-Lekra_depan

Trilogi Lekra Tak Membakar Buku (Esai, Cerpen, Puisi Lekra)

(1) Lekra Tak Membakar Buku: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965

Penulis: Muhidin M Dahlan | Rhoma Dwi Aria Yuliantri

Penerbit: Merakesumba

Tebal: 584 hlm

Ukuran: 15 x 24 cm (hardcover)

ISBN: 978-979-18475-0-6

Harga: Rp 200.000 (hardcover-LIMITED EDITION)

Kategori: TERLARANG KEJAKSAAN AGUNG RI 2009

Lembaga Kebudayaan Rakyat atau Lekra adalah nisan kebudayaan yang disenyapkan eksistensinya selama puluhan tahun lamanya. Aktivitas mereka yang bergemuruh dalam periode 1950-1965 seakan hilang tanpa jejak. Yang ada hanyalah deret ukur dosa politik kebudayaan mereka dalam menegakkan prinsip-prinsip yang mereka yakini sebagai kebenaran.

Buku ini merupakan ”buku putih” yang menjelaskan ”apa adanya” kerja-kerja kreatif yang dihasilkan oleh para pekerja kebudayaan Lekra dengan seluruh aliansi ideologisnya, termasuk dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Buku ini mencakup liputan menyeluruh yang diriset dari sekira 15 ribu artikel (ketoprak, wayang, ludruk, reog), seni tari, seni rupa, musik, film, sastra, buku, dan sikap-sikap kebudayaan secara umum.

Sekaligus buku ini menjadi referensi bahwa Lekra tak hanya mengurus pelemik tak berkesudahan dengan pengusung Manifes Kebudayaan dan melupakan aspek kerja yang lebih luas yang dilakukan para eksponen budaya di Lekra.

Bahwa Lekra tak hanya diisi orang-orang yang haus kuasa, algojo-algojo haus darah, tukang keroyok, pembikin onar panggung kebudayaan, tapi cendekiawan-cendekiawan organik Lekra mampu memberi warna dan sumbangsih yang luar biasa bagi kelanjutan kebudayaan Indonesia yang selama puluhan tahun direndam kekuasaan pasca Soekarno.

———-

(2) Laporan dari Bawah: Sehimpun Cerita Pendek Lekra Harian Rakjat 1950-1965

Penyusun: Muhidin M Dahlan | Rhoma Dwi Aria Yuliantri

Penerbit: Merakesumba

Tebal: 558 hlm.

Ukuran: 15 x 24 cm (hardcover-LIMITED EDITION)

ISBN: 978-979-18475-2-0

Harga: Rp 200.000

Biasanya, cerita pendek (cerpen) mendapatkan jatah pemuatan setiap akhir pekan atau sekali dalam sepekan di suratkabar nasional. Namun di Harian Rakjat, sekira tahun 1961, nyaris saban hari Harian rakjat memuat cerpen. Akan absen beberapa hari jika ada hal-hal penting atau pidato-pidato yang memerlukan tempat pemuatan yang luas.

Memberi tempat yang sederajat antara berita reguler dan cerpen adalah hal yang sangat tak lazim untuk sebuah koran politik nasional dan bukan koran kebudayaan an sich.

Buku ini merekam geliat cerita pendek yang ditulis oleh eksponen budaya Lekra (sastra) untuk memberitahu bagaimana gaya realisme sosialis ”ditemukan”, ”diadaptasi”, dan ”dipraktikkan” di lapangan kesusastraan indonesia.

—————

(3) Gugur Merah: Sehimpunan Puisi Lekra Harian Rakjat (1950-1965)

Penyusun: Muhidin M Dahlan | Rhoma Dwi Aria Yuliantri

Penerbit: Merakesumba

Tebal: 966 hlm.

Ukuran : 15 x 24 cm (hard cover-LIMITED EDITION)

ISBN: 978-979-18475-1-3

Harga: Rp 300.000

Dalam tradisi kesusastraan Lekra, puisi menempati tempat yang istimewa. Bahkan lebih istimewa ketimbang novel. Puisi lekra pernah menjadi produk kebudayaan satu-satunya yang dipersembahkan oleh delegasi sastrawan Indonesia untuk Konferensi Sastrawan Asia-Afrika II di Kairo. Dan nyaris seluruh pucuk pimpinan Lekra dan PKI membuat puisi dengan kadar kualitas yang berbeda-beda tentunya.

Himpunan puisi ini merupakan ikhtiar mengumpulkan sekira 450 puisi dari 111 penyair yang nama dan puisinya terekam di lembar kebudayaan Harian Rakjat sepanjang 15 tahun (1950-1965).

Disajikannya puisi ini untuk memperkaya khazanah kesusastraan, khususnya puisi Indonesia. Tampilan ini juga bisa dianggap sebagai pembangun kembali benang merah yang putus atas tradisi penciptaan puisi Indonesia yang berbasis realisme sosialis. Bahwa penyair Lekra juga memiliki suara kreatif yang patut didengar oleh telinga-telinga masa depan.

—————

BUKU INI DICETAK TERBATAS. TERTARIK? BEGINI CARA PEMESANANNYA:

1. Bagi yang tinggal di Jogjakarta bisa datang sendiri ke kios buku Gelaran Ibuku yang beralamat sama dengan Indonesia Buku.
2. Bagi yang memesan via ponsel 087839137459 (MBAK NURUL HIDAYAH) dan/atau surel (iboekoe@gmail.com), mohon menyebutkan judul dan jumlah eksemplar yang diinginkan. Buku langsung dikirim ke alamat pemesan jika pembayaran sudah ditransfer ke rekening Indonesia Buku.
3. Rekening I:BOEKOE: BCA 4450813791 atau BNI 0116544928 atas nama Nurul Hidayah.

21 Comments

rudolf puspa - 30. Des, 2009 -

bagaimana kita mau cerdas kalau membaca buku yang katanya penguasa membuat rakyat tidka stabil itu dilarang? Bagaimana kita tau PKI buruk? Komunis buruk? Lekra buruk? SAh benar benar bangsa yang terpasung. Pafdahal kita baca marxisme tak ada apa apa kok. Kita jadi tau mana yang benar mana yang sesuai untuk kita kan? Saya ingin ajarkan pemain2 kami agar melek ilmu apa saja yang ada di dunia. nanti kan mereka memilih sendiri pada akhirnya. Kita kan cuma mengajarkan untuk peka mana yang baik mana yang buruk gitu. Bagaimana ya jika kita usulkan agar ketetapan MPR yang melarang buku2 marxis itu dicabut? Dulu Gus Dur mau mencabut eh dihalangi DPR. Gimana tu bangs ajadi cerdas. Wasalam

andi - 10. Jan, 2010 -

anggap saja kejaksaan dan negara adalah yang salah. maka pelarangan itu adalah salah. sehingga, lima buku yang dilarang adalah benar. artinya, penguasa takut..! pengecut..!!

niki osing - 25. Jan, 2010 -

Gmana mau pesan buku,kalo nomer hpnya ga aktif..nee ada solusi?

Redaksi - 26. Jan, 2010 -

Niki, coba hubungi lagi no hp di atas 087839137459. atau email ke iboekoe@gmail.com

agung gede proletar putra - 29. Jan, 2010 -

Saya pribadi sepakat dg Andi.. Saat sy menonton KIck Andy mlm ini,baru sy paham betapa tragisnya nasib kawan2 kita Kaoem Proletar yg mencoba utk hidup dari hasil keringat mereka,tdk spt para kaum Borjuis yg menikmati kesenangan diatas derita rakyat kecil.. Lekra adalah organisasi yg merakyat,menghibur rakyat n memberi petuah2 arif n bijaksana pd rakyat yg dimuat didlmnya,contoh : WAYANG.. Mestinya “mereka” mengatakan,hei..ada buku Lekra tidak membakar buku,SIAPA TAKUT?????

joe - 30. Jan, 2010 -

kalo pengen baca bukunya gmana yah ?

amor.chb - 01. Feb, 2010 -

bukunya boleh dong,,,,,,,dapatnya di mana ya sekarang???

Diana AV - 02. Feb, 2010 -

Masih bisa di Mbak Nurul dan Sasa, infonya ada tuh di artikel

Herman - 02. Feb, 2010 -

Bangsa ini sulit untuk cerdas ketika sulit bercermin pada dirinya. Bukti siapapun dimanapun ketika berkuasa akan menerapkan homini homo lupus? walau energi muda protes tetapi ketika terjebak kuasa akan melakukan hal sama salahnya. Dan gak pernah tahu historia vitae magistra !

sastra ilo - 21. Mar, 2010 -

Buku dapat di mana? beri informsi dong..

Den Bagus e Ngarso - 30. Apr, 2010 -

Wah2… inilah sejarah kelam bangsa kita… apakah ini harus terus dilanjutkan???

dva - 09. Mei, 2010 -

bagi saya, melarang buku untuk dibaca oleh publik sama saja membunuh pengetahuan dan kehidupan umat manusia, mending dibubarin saja kejaksaan agung kalo masih melarang buku untuk terbit dan dibaca oleh rakyatnya. salam..

Setan Merah - 16. Jul, 2010 -

“Makin dilarang, makin menyebar distribusinya, aneh sekali negara ini…
tapi lihat aja nanti free ebook-nya akan menyebar dimana2…

Sudah cukup lama negara ini dikuasai para Nasionalist Korup dan kaum Kanan yang Fasis, it’s time to move Komrad….”

zamzam - 01. Okt, 2010 -

hahahahahahahahah,,,,,sudah terlalu lam nasionalis kita terperangkap dalam ideologi tanpa pasti dan masih dalam emosional yang tinggi,,indonesia entah kapan menyatakan kemerdekaannya lagi,,,,,,

gen putra surya - 27. Nov, 2010 -

alamat kios buku ini tepatnya dimana ya? stoknya masih ada kan?

gen putra surya - 27. Nov, 2010 -

judul Laporan dari Bawah: Sehimpun Cerita Pendek Lekra Harian Rakjat 1950-1965 apa semuanya hardcover?

Imam TABRAK - 25. Agu, 2012 -

untuk mendapatkan buku dimana ???

F. Daus AR - 13. Sep, 2012 -

jika ingin memesan buku seri pertama, gimana ya

IBOEKOE - 14. Sep, 2012 -

Bisa kok kalau cuma pilih seri pertama. Silakan kontak ke sini 087839137459 (MBAK NURUL HIDAYAH)

rosiani - 12. Okt, 2012 -

Ya… sejarah dan satra itu tidak terpisah. jika ingin mempelajari sastra jg hrus mmpelajari sejarah, begitu jg sebaliknya. dgn sastra mari kita mencari tahu kebenaran sejarah….

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan