-->

Kronik Toggle

Revisi Buku Sejarah

MEDAN — Materi pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia di sekolah-sekolah perlu diubah karena terdapat kesalahan penyebutan tempo penjajahan Belanda atas Indonesia. Dalam catatat sejarah nasional disebutkan bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, padahal Belanda butuh waktu 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia.

Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan Ichwan Azhari mengatakan hal itu di Medan, Sabtu (14/8). ”Tidak benar Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jika Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, berarti awal mula penjajahan itu tahun 1592. Memang, tahun 1552 Belanda tiba di Banten dipimpin Cornelius De Houtman, tetapi tujuannya adalah untuk mengetahui potensi perdagangan di Indonesia.

Peneliti Pussis Erond L Damanik menambahkan, penjajahan Belanda baru mulai ketika perang Diponegoro usai, yakni tahun 1830. ”Saat itu mulai muncul intervensi Belanda terhadap pemerintahan di berbagai daerah. Sebelum ada intervensi, tidak bisa disebut sebagai penjajahan,” kata Erond.

Menurut Ichwan, yang benar, Belanda membutuhkan sekitar 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia. Hal itu ditandai dengan munculnya penolakan atas intervensi Belanda, antara lain oleh Sultan Agung, Sultan Iskandar Muda, dan Raja Tallo.

Mengutip buku Raja dan Kerajaan yang Merdeka di Indonesia Tahun 1850-1910 karya GJ Resink (1987), Erond mengatakan, dalam kurun waktu tahun 1850-1910, masih banyak daerah di Indonesia yang merdeka atau belum diduduki oleh Kolonial Belanda. Sejumlah kasus pengadilan yang terjadi dalam kurun waktu itu tidak semuanya dapat diadili karena bukan merupakan wilayah kekuasaan Belanda.

Sumber: Kompas, 16 Agustus 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan