-->

Kronik Toggle

Ramadan, Pasar Buku Palasari Sepi

Bandung – Tidak seperti pasar-pasar lainnya yang ramai di bulan puasa, pedagang buku di Pasar Palasari justru mengeluhkan sepinya pembeli. Pembeli dan permintaan buku, terutama buku pelajaran kini berkurang jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Padahal di bulan Juni-Juli-Agustus, biasanya pembelian buku pelajaran sedang ramai-ramainya. Hal itu diungkapkan sejumlah pedagang buku di Pasar Palasari.

“Sekarang itu bulan-bulan ramai pembeli, tapi sekarang hitungannya malah sepi. Tapi mudah-mudahan habis lebaran ramai,” ujar Wahyu (32) salah seorang pedagang kepada detikbandung, Kamis (26/8/2010).

Dituturkan Susanto (44) pedagang buku lainnya, buku yang paling turun drastis adalah buku pelajaran tingkat SD, SMP dan SMA. Penurunannya mencapai 50 persen.

Menurut Susanto, hal ini diakibatkan banyaknya toko buku murah di Bandung dan banyaknya pameran buku. Susanto menyebut, omzet tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun lalu.

“Kalau sekarang, paling ramai sehari dapat Rp 3 juta. Sementara kalau dulu paling rame bisa sampai Rp 10 juta sampai 15 juta sehari,” katanya.

Dahulu, 1 orang pembeli dapat membeli 5 buku pelajaran sementara sekarang, sehari saja paling hanya 5 buku yang terjual.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, pembeli sampai ngantre, kalau sekarang sih boro-boro,” tutur Susanto.

Para pedagang buku di Palasari pun berharap peminat buku bisa ramai kembali setelah lebaran nanti. Apalagi karena bertepatan dengan tahun ajaran baru mahasiswa.

(tya/ern)

*) Bandungdetik, 26 Agustus 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan