-->

Kronik Toggle

Narkoba Pesanan Ibra Disembunyikan di Balik Buku

Jakarta – Ibrahim Salahuddin atau yang lebih dikenal sebagai Ibra Azhari  semalam ditangkap karena tertangkap basah menerima paket shabu seberat 5 gram dari W, orang yang masuk Daftar Pencarian Polisi (DPO). Paket shabu pesanan Ibra tersebut disamarkan dalam sebuah buku tulis yang agak tebal.

Di tengah buku tulis tersebut dilubangi kurang lebih 5X8 sentimeter sebagai tempat untuk menyimpan paket shabu tersebut. “Paket tersebut kemudian dilapisi kertas karbon agar tidak terdeteksi oleh detektor,” ujar Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Boy Rafli Anwar, di Polres Metro Jakarta Barat hari ini.

Paket tersebut kemudian dibungkus dan dikirim lewat jasa kurir Titipan Kilat di Jakarta Barat, yang dialamatkan kepada Luthfie Amir, yang beralamat di Seminyak, Bali. Petugas jasa kurir kemudian curiga ketika memeriksa paket ini melalui detektor, lalu menghubungi Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat.

“Kita berterimakasih pada jasa kurir karena mereka sudah teliti memeriksa,” kata Boy Rafli.

Paket yang sempat dibuka kemudian ditutup lagi, dan dikirim ke Bali. Ternyata paket tersebut diambil oleh Ibra dan MA, wanita yang kemudian diakui Ibra sebagai istrinya. Polisi langsung mencokok keduanya di depan pom bensin Seminyak, dan malam itu juga menerbangkan ke Jakarta.

Menurut keterangan polisi, Ibra dan MA memang saat itu sedang menetap di Bali. MA sendiri merupakan seorang wiraswasta di pulau tersebut.

Di depan polisi, Ibra mengaku memesan shabu tersebut dari seseorang berinisial W via telepon. Polisi juga mengatakan bahwa Ibra memesan barang haram tersebut untuk dipakainya sendiri.

RATNANING ASIH

*) Tempointeraktif, 25 Agustus 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan