-->

Literasi dari Sewon Toggle

Koleksi ARS, Jurnal ISI

Jurnal ISI
Bersama tiga santri Pesantren Mahasiswa Hasyim Asy’ari, saya ‘sowan’ ke ‘kiai’ di Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Acara pokok: mencari guru untuk mata pelajaran “Ilustrasi” di Institut Kaligrafi Nusantara yang didirikan oleh pondok yang memproduksi para penulis muda di Indonesia ini.
Nama ‘kiai’ yang bakal jadi guru itu adalah Koskow alias FX Widyatmoko. Di Jurusan Diskomvis (Disain Komunikasi Visual) kerennya dia adalah dosen. Tapi lebih tepatnya adalah teman bermain mahasiswanya. Sebab nyaris penampilannya tak ada beda dengan mahasiswa yang diajarnya.
Dengan keramahan seorang pengajar muda pasca pembaca Paulo Freire, saya dan santri-santri ini, diterima di ruang jurnal ARS Gedung Kemahasiswaan. Di sini semua mahasiswa mengurus KRS.
Sedikit catatan tentang jurnal ini sudah diuraikan di buku yang pernah diriset oleh Indonesia Buku, Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009.
Ars merupakan jurnal seni rupa dan desain yang diterbitkan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.
Diluncurkan sekira 2004, majalah ini dipimpin Suwarno Wisetrotomo dengan anggota redaksi SP Gustami, M. Agus Burhan, M. Dwi Marianto, Sumartono, serta Rain Rosidi, dengan penanggung jawab desain grafisnya adalah FX Widyatmoko (Koskow).
Dengan ketebalan rata-rata lebih dari 50 halaman, Ars terbit dengan durasi waktu yang berganti. Awalnya dari nomor pertama hingga ketiga, Ars terbit setahun sekali. Dan baru pada nomor keempat, jurnal ini mengubah pola terbitnya menjadi empat bulan sekali.
Ada dua bagian penting dalam jurnal Ars. Pertama, “Bingkai” yang berisi uraian singkat dari redaksi ihwal pewacanaan seni rupa. Bagian ini merupakan pengantar jurnal Ars. Kedua, “Artikel” yang mempublikasikan pelbagai artikel tentang seni; mulai dari seni rupa, seni pertunjukan, kriya, musik, dan lainnya.
Beberapa artikel dalam jurnal Ars ditulis oleh orang-orang yang sudah cukup dikenal dalam dunia seni seperti Soedarso SP yang mengulas bentuk candi Borobudur di nomor 2 tahun 2005. Ada juga artikel tentang perkembangan mural di kota Yogyakarta yang ditulis Bambang Witjaksono dalam artikelnya, “Jogja Kota Mural” di volume 3 tahun 2006. Perkembangan mazhab seni lukis pun pernah dibahas.
Nah, ketika kami datang, langsung mendapatkan jurnal-jurnal ini. Satu untuk Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari/Institut Kaligrafi Nusantara dan satunya lagi untuk perpustakaan Indonesia buku/gelaranibuku. Juga brosur ISI dan dua buku lainnya.
Ini daftarnya:
1. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 02/Pebruari 2005)
2. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 03/September 2006)
3. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 4/Januari-April 2007)
4. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 05/Mei-Agustus 2007)
5. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 06/September-Desember 2007)
6. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 07/Januari – April 2008)
7. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 08/Mei-Agustus 2008)
8. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 09/September-Desember 2008)
9. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 10/Januari-April 2010)
10. The Highlight: Dari Medium ke Transmedia (Katalogus Pameran Seni Rupa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Jogja National Museum 9-20 Desember 2008)
11. Lanskap Tradisi, Praksis Kriya dan Desain: Cendera Hati Purnabakti untuk Prof. Drs. SP. Gustami, SU.
12. Brosur Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta
Terimakasih Pak Koskow, terimakasih ISI. Jangan lupa, kalau jalan, main-main, dan petak-umpet bringin tua untuk ngalap takdir di Alun-Alun Kidul, singgahlah di perpustakaan GELARANIBUKU Jl Patehan Wetan No 3. Bersisian dinding dengan Alun-Alun. (Muhidin M. Dahlan)
Sejarah Fak Seni Rupa ISI

Sejarah Fak Seni Rupa ISI

Bersama tiga santri Pesantren Mahasiswa Hasyim Asy’ari, saya ‘sowan’ ke ‘kiai’ di Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Acara pokok: mencari guru untuk mata pelajaran “Ilustrasi” di Institut Kaligrafi Nusantara yang didirikan oleh pondok yang memproduksi para penulis muda di Indonesia ini.

Nama ‘kiai’ yang bakal jadi guru itu adalah Koskow alias FX Widyatmoko. Di Jurusan Diskomvis (Disain Komunikasi Visual) kerennya dia adalah dosen. Tapi lebih tepatnya adalah teman bermain mahasiswanya. Sebab nyaris penampilannya tak ada beda dengan mahasiswa yang diajarnya.

Dengan keramahan seorang pengajar muda pasca pembaca Paulo Freire, saya dan santri-santri ini, diterima di ruang jurnal ARS Gedung Kemahasiswaan. Di sini semua mahasiswa mengurus KRS.

Sedikit catatan tentang jurnal ini sudah diuraikan di buku yang pernah diriset oleh Indonesia Buku, Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009.

Ars merupakan jurnal seni rupa dan desain yang diterbitkan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Diluncurkan sekira 2004, majalah ini dipimpin Suwarno Wisetrotomo dengan anggota redaksi SP Gustami, M. Agus Burhan, M. Dwi Marianto, Sumartono, serta Rain Rosidi, dengan penanggung jawab desain grafisnya adalah FX Widyatmoko (Koskow).

Dengan ketebalan rata-rata lebih dari 50 halaman, Ars terbit dengan durasi waktu yang berganti. Awalnya dari nomor pertama hingga ketiga, Ars terbit setahun sekali. Dan baru pada nomor keempat, jurnal ini mengubah pola terbitnya menjadi empat bulan sekali.

Ada dua bagian penting dalam jurnal Ars. Pertama, “Bingkai” yang berisi uraian singkat dari redaksi ihwal pewacanaan seni rupa. Bagian ini merupakan pengantar jurnal Ars. Kedua, “Artikel” yang mempublikasikan pelbagai artikel tentang seni; mulai dari seni rupa, seni pertunjukan, kriya, musik, dan lainnya.

Beberapa artikel dalam jurnal Ars ditulis oleh orang-orang yang sudah cukup dikenal dalam dunia seni seperti Soedarso SP yang mengulas bentuk candi Borobudur di nomor 2 tahun 2005. Ada juga artikel tentang perkembangan mural di kota Yogyakarta yang ditulis Bambang Witjaksono dalam artikelnya, “Jogja Kota Mural” di volume 3 tahun 2006. Perkembangan mazhab seni lukis pun pernah dibahas.

Nah, ketika kami datang, langsung mendapatkan jurnal-jurnal ini. Satu untuk Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari/Institut Kaligrafi Nusantara dan satunya lagi untuk perpustakaan Indonesia buku/gelaranibuku. Juga brosur ISI dan dua buku lainnya. “Ayo, pilih-pilih. Ambil-ambil. Yang mana yang belum,” demikian Koskow mencopot jurnal-jurnal itu dari ikatannya dari dalam lemari.

Majalah ARS, Seni Rupa ISI

Majalah ARS, Seni Rupa ISI

Ini daftarnya:

  1. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 02/Pebruari 2005)
  2. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 03/September 2006)
  3. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 4/Januari-April 2007)
  4. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 05/Mei-Agustus 2007)
  5. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 06/September-Desember 2007)
  6. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 07/Januari – April 2008)
  7. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 08/Mei-Agustus 2008)
  8. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 09/September-Desember 2008)
  9. ARS: Jurnal Seni Rupa & Desain (Nomor 10/Januari-April 2010)
  10. The Highlight: Dari Medium ke Transmedia (Katalogus Pameran Seni Rupa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Jogja National Museum 9-20 Desember 2008)
  11. Lanskap Tradisi, Praksis Kriya dan Desain: Cendera Hati Purnabakti untuk Prof. Drs. SP. Gustami, SU.
  12. Brosur Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta

Terimakasih Pak Koskow, terimakasih ARS, terimakasih ISI. Jangan lupa, kalau jalan, main-main, dan petak-umpet bringin tua untuk ngalap takdir di Alun-Alun Kidul, singgahlah di perpustakaan GELARANIBUKU Jl Patehan Wetan No 3. Bersisian dinding dengan Alun-Alun. (Muhidin M. Dahlan, 18 Agustus 2010)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan