-->

Kronik Toggle

Kamus Budaya Dan Religi Using Banyuwangi

JEMBER – Budayawan asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, Prof Dr Ayu Sutarto, Minggu, meluncurkan “Kamus Budaya dan Religi Using (Banyuwangi)” di aula Fakultas Sastra Universitas Jember, kabupaten setempat.

Ayu mengatakan, kamus tersebut diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Jember yang disusun selama tiga tahun, yang berisi tentang beragam kegiatan budaya Suku Using.

“Penyusunan kamus itu bertujuan untuk merekam dan melestarikan budaya Suku Using yang berada di sebagian besar desa dan kecamatan di Kabupaten Banyuwangi,” katanya.

Suku Using atau sering disebut dengan “Osing” merupakan satu kelompok etnik atau suku yang berada di Kabupaten Banyuwangi dan dikenal sebagai penduduk asli Kota Gandrung yang terletak di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Hingga kini, Suku Using masih berada di sejumlah kecamatan di Banyuwangi seperti Kecamatan Benculuk, Srono, Rogojampi, Singojuruh, Kabat, Giri, Banyuwangi dan Temuguruh.

Menurut anggota tetap majelis sastra Asia Tenggara itu, kamus Using merupakan perpaduan dari penelitian pustaka tentang adat istiadat dan kehidupan masyarakat Using.

Kamus setebal 271 halaman itu berisi tentang beragam kegiatan budaya dan agama masyarakat Suku Using seperti upacara, pakaian adat dan mantra yang banyak merela gunakan sehari-hari.

“Beberapa mantra yang ada dalam `Kamus Budaya dan Religi Using` antara lain mantra Using, Jaran Goyang, Sabuk Mangir, Santet dan juga puisi lisan orang Using (basanan),” tuturnya menjelaskan.

Ayu berharap, dengan kamus suku Using tersebut dapat memperkaya pusaka budaya tentang adat istiadat yang harus dilestarikan oleh bangsa Indonesia.

Budayawan asal Kabupaten Banyuwangi yang hadir dalam acara peluncuran Kamus Budaya dan Religi Using, Hasnan Singodimajan, menyambut baik kamus yang diluncurkan oleh Prof Dr Ayu Sutarto.

“Selama ini, banyak tulisan lepas (artikel) dan buku yang mengupas tentang salah satu sisi dari Suku Using, namun belum ada kamus baku tentang Suku Using secara keseluruhan,” tuturnya menjelaskan.

Menurut dia, kamus yang diluncurkan budayawan Jember tersebut banyak mengupas tentang pengertian adat Using secara detail, sehingga bermanfaat bagi semua orang yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Suku Using.

Peluncuran “Kamus Budaya dan Religi Using” bersamaan dengan peluncuran buku “Indonesia di Mata Seorang Kiai NU” dan novel “Perjalanan Hati Seorang Lelaki”.

Peluncuran kamus dan dua buku tersebut bertepatan dengan ulang tahun Prof Dr Ayu Sutarto ke-60 dengan tema “Berkarya Itu Ibadah, Ibadah Itu Memberi, dan Memberi Itu Cinta” yang dihadiri sesepuh NU Kyai Muchid Muzadi dan sejumlah budayawan di Jawa Timur.

Sumber: ANTARA.CO.ID, 2 Agustus 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan