-->

Kronik Toggle

Jubir Presiden: Buku Itu Hanya untuk Memeriahkan

Jakarta – Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan bahwa pembagian buku keluarga presiden dalam peringatan kemerdekaan di istana negara kemarin wajar dilakukan. “Pembagian suvenir memang kebiasaan yang dilakukan tiap tahunnya. Memang tahun ini ada penambahan berupa buku keluarga Presiden SBY, tapi itu sesuatu yang wajar,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu (18/8).

Julian mengatakan, pembagian tiga buku tersebut merupakan inisiatif dari Presiden Susilo Bambang Yuhoyono sendiri. “Beberapa hari sebelum peringatan memang presiden mengamanatkan untuk membagikan buku kepada mereka yang hadir dalam peringatan kemerdekaan di istana,” ujarnya.
Ia pun mengatakan bahwa sebagian ide itu juga didukung oleh Ramadhan Pohan, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat. Ia juga mengungkapkan bahwa ketiga buku yang merepresentasikan SBY, Any Yudhoyono, dan Agus Harimurti ini dibiayai dari kocek pribadi presiden.
“Setahu saya ini semua tidak ada yang menggunakan anggaran negara,” ujar mantan wakil dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.
Mengenai alasan dibalik pembagian tiga buku ini, Julian mengatakan hanya untuk memeriahkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-65. “Hanya untuk memeriahkan saja, tidak perlu ada kontroversi yang berlebihan atas pemberian buku itu,” ujarnya. Ia meminta agar masyarkat menanggapi hal ini secara positif.
“Selama ini tidak mengurangi bobot dan makna perayaan kemerdekaan, saya
rasa ini hal yang sah,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke
-65 di Istana kemarin sangat beraroma SBY. Tidak hanya tampil sebagai pemimpin upacara, lagu ciptaannya yang berjudul Mentari Bersinar pun dibawakan oleh kor dalam upacara sakral tersebut.
Tidak hanya itu, tamu yang hadir pun mendapatkan bingkisan berupa tiga buah buku bertema keluarga SBY. Buku berjudul Sekarang Kita Makin Percaya Diri berisikan wawancara khusus Putra Sulung SBY, Kapten Agus Harimurti, dengan harian Jurnal Nasional. Buku kedua merupakan karya Any Yudhoyono berjudul Batikku, Pengabdian Cinta Tak Berkata. Dan buku terakhir yang berjudul Words that Shook the World yang berisi kutipan pidato SBY dan Presiden Amerika, Barack Obama.

Febriyan

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan