-->

Kronik Toggle

E-reader Dorong Orang Jadi Rajin Membaca

Orang yang membeli perangkat pembaca buku elektronik (e-reader) ternyata bisa menghabiskan waktu lebih lama ketimbang saat mereka masih membaca buku konvensional yang terbuat dari kertas.

Hasil survei yang dilakukan lembaga riset Marketing and Research Resources Inc terhadap 1.200 responden yang memiliki Kindle, iPad dan Sony Reader menunjukkan bahwa 40 persen responden mengaku mereka kini membaca buku lebih sering.

Sementara 58 persen responden mengaku membaca dengan frekuensi yang sama seperti sebelumnya dan 2 persen mengatakan lebih jarang membaca.

Dalam penelitian yang dilakukan pada Mei 2010 dan disponsori oleh produsen e-reader Sony Corp, 55 persen responden berpikir bahwa mereka akan menggunakan e-reader untuk membaca lebih banyak buku pada waktu yang akan datang.

Seperti dikutip dari situs online.wsj.com, sekarang ini e-reader masih menjadi niche product. Namun, pengalaman baru dalam membaca yang ditawarkan lewat perangkat itu merupakan awal yang baik untuk mengubah kebiasaan membaca di kalangan masyarakat Amerika Serikat.

Pada 2007, studi yang dilakukan National Endowment for the Arts menghasilkan temuan yang menghebohkan karena penduduk Amerika ternyata menghabiskan waktu yang sedikit untuk membaca buku. Sekitar setengah dari penduduk Amerika yang berusia 18-24 juga tidak membaca buku untuk mendapatkan kesenangan.

Lembaga survei Forrester Research memperkirakan sekitar 11 juta penduduk Amerika memiliki minimal satu buah gadget pembaca buku digital pada akhir September.

Sementara itu, Asosiasi Penerbit Amerika (Association of American Publishers) mengatakan penjualan buku elektronik (e-book) di Amerika Serikat pada semester pertama 2010 tumbuh 183 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (Noy/X-12)

Sumber: MEDIAINDONESIA.COM, 26 Agustus 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan