-->

Kronik Toggle

Anak Yatim Juga Bisa Hasilkan Karya

SURABAYA Sebanyak 1.200 anak yatim kemarin (28/8) berkumpul di gedung DBL Arena. Mereka mengikuti acara Festival Menulis Seribu Yatim yang dihelat Yayasan Al Madina Surabaya (YAS).

Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 itu juga dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo, Rais Syuriah PW NU Jatim KH Miftahul Ahyar, Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti, dan Choirul Anam, pemimpin harian Duta Masyarakat.

Selain memperebutkan hadiah uang puluhan juta rupiah, 99 tulisan terbaik akan diterbitkan menjadi lima buah buku. “Anak-anak yatim harus dimotivasi agar bisa berkarya. Walaupun tanpa kehadiran seorang ayah di sisinya,” tutur Ketua YAS Syarif Thayib saat pembukaan kemarin.

Dia mencontohkan beberapa nama besar yang berprestasi meski pernah berstatus anak yatim. Yakni mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan B.J. Habibie. Dia berharap agar acara kemarin bisa memotivasi anak-anak yatim supaya bisa mandiri dengan kemampuan yang ada, bukan meminta-minta kepada orang lain.

Sistem seleksi lomba terbilang cepat. Siang para peserta diberi kesempatan untuk membuat tulisan selama satu jam. Ada dua jenis tulisan yang dilombakan, yakni cerita pendek (cerpen) dan surat untuk ayah. Sore panitia langsung mengumumkan para pemenang. “Kami menggunakan metode speed reading untuk menentukan pemenangnya,” jelas Diah Arie, salah seorang juri.

Perempuan yang aktif di komunitas Insan Baca itu menambahkan, juri hanya menilai kesesuaian antara tema dan alur cerita tulisan peserta. Bagus tidaknya tulisan peserta tidak menjadi tolok ukur penilaian.

Badriatul Muslihah, peserta dari Sumenep, Madura, menyatakan kebahagiaannya karena terpilih sebagai salah seorang pemenang. “Saya senang bisa menang,” ungkap yatim yang bercita-cita menjadi guru tersebut. Bersama 98 finalis lainnya, tulisan Ria -begitu panggilannya- akan diterbitkan menjadi lima buku.

Acara yang dibuka Soekarwo itu berlangsung hingga hari ini. Sebanyak 99 yatim terpilih akan dibimbing para ahli. Tulisan mereka akan dibenahi hingga layak diterbitkan dalam bentuk buku. Malam harinya mereka diajak menuju Wisma Bahagia di IAIN Surabaya untuk pendalaman lebih lanjut.

Acara tersebut juga dimanfaatkan panitia untuk menobatkan tiga tokoh sebagai Abah Yatim Jawa Timur. Mereka adalah Soekarwo, Choirul Anam, dan La Nyalla Mattalitti. (fik/c9/oni)

*) Jawapos, 29 Agustus 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan