-->

Kronik Toggle

[AGENDA 3/8] Diskusi 3 Buku Lekra

Sumber: Komunitas Lembahpring

Sumber: Komunitas Lembahpring

Komunitas Lembah Pring mengundang kehadiran seluruh anggota Sjarekat Buku dalam acara Geladak Sastra #6 “Bara dari Tanah Merah”. Buku yang akan diluncurkan dan dibahas pada acara ini:
– Gelora Api 26 | kumpulan cerpen dan puisi – Chalik Hamid (ed.), dkk.
– Kisah-Kisah dari Tanah Merah | Cerita Digul Cerita Buru – kumpulan cerita Tri Ramidjo
– Tanah Merah yang Merah | sebuah catatan sejarah – Koesalah Soebagyo Toer
(ketiga buku diterbitkan oleh Penerbit Ultimus Bandung)

Waktu: Selasa, 3 Agustus 2010 pukul 19.00 – 24.00 wib
Tempat: Aula Dinas Pemuda, Olah raga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto Jl.Jayanegara 4 Kabupaten Mojokerto
Narasumber:
1. Diana AV Sasa, cerpenis dan kerani pada I:boekoe, Surabaya
2. Gus Chamim Kohari, pengasuh pondok pesantren Darul Falah, Mojokerto
3. Sumrambah, pengamat sosial politik, Jombang
Moderator: Faizzuddin fil Muntaqabath

Informasi:
-Fahrudin Nasrulloh 081 578177671
-Jabbar Abdullah 081 55 99 51 306

Penyelenggara:
Komunitas Lembah Pring
Bekerja sama dengan Penerbit Ultimus Bandung-Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto-Dinas Pemuda, Olah raga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto-Ludruk Karya Budaya –Warung Grafis Indonesia-Sanggar Sangra Laksita

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Kisah-Kisah dari Tanah Merah
Price: Rp35.000

Kisah-Kisah dari Tanah Merah | cerita digul cerita buru
Penulis: Tri Ramidjo
Penerbit Buku Ultimus
Pengantar: Jakob Sumardjo
Editor: Bilven
Cetakan 1, September 2009
xvi+216 hlm.; 14×20 cm
978-979-17174-0-3
TRI RAMIDJO, lahir di Grabag Mutihan, Kutoardjo—Jawa Tengah, 27 Februari 1926. Di zaman pendudukan Jepang mengikuti Sekolah Latihan Perwira AD dan lulus terbaik. Pada tahun 1948—1949 pernah menjadi penarik becak sambil belajar sendiri hingga lulus SMP dan SMA. Pernah bekerja di Algemeene Volks Crediet Bank, Departemen Pekerjaan Umum, dll. Pernah belajar sedikit tentang ekonomi di Jepang, lulusan Fakultas Ekonomi dari Universitas Waseda, Tokyo, angkatan 1962—1967.
Pekerjaan yang terberat adalah bekerja di “Proyek Kemanusiaan”—Soeharto Orba—di Pulau Buru sebagai petani paksa kalau tidak mau dikatakan sebagai “tapol”. Pernah menjadi pengasah pisau dan gunting keliling daerah Menteng, Jakarta Pusat. Pernah menjadi pengajar bahasa Indonesia untuk orang asing terutama orang Jepang dan mengajar bahasa Jepang untuk orang Indonesia. Sekarang menjadi penganggur dan pelamun masa depan yang gemilang yang belum juga kunjung datang.
BUKU ini semacam memoar berupa catatan-catatan berupa kenangan dan renungan hidup seseorang. Buku ini bukan jenis buku fiksi. Memang mengandung fiksi juga, dalam arti renungan dan penilaian jalan hidupnya sendiri. Dengan demikian semua tulisan sebenarnya ada fiksinya, yakni subjektivitas penulisnya. Pengetahuan objektif itu tidak ada. Setiap pengetahuan membawa diri dan sikap “yang memberi tahu”. Tri Ramidjo adalah “korban” perjuangan kemerdekaan orang tuanya. Orang tuanya adalah “korban” dari perjuangan ideologisnya. Kita sedang memasuki alam pikiran para korban ini. Kalau saya Tri Ramidjo zaman itu, apakah saya akan berpikiran dan berperasaan semacam itu? Dan bagaimana kalau saya adalah Tri Ramidjo itu? Jangan melakukan hal-hal yang orang lain tak ingin melakukannya padamu. Itulah ajaran hampir semua kepercayaan, yakni menekan dalam-dalam egoismenya. Buku ini mengungkapkan pikiran seorang korban, baik dari zaman Digul maupun zaman orde baru. Pembaca tidak harus mengakui kebenarannya, tetapi memahami kebenaran menurut dirinya. Pembaca diajak memasuki pikiran dan perasaan korban. Yang dibuang dan yang ditahan di kamp itu adalah saya sendiri yang berpola pikir seperti dia. Di situlah baru Anda mengadili “secara objektif” diri sendiri dan yang lain itu. (Jakob Sumardjo)

Gelora Api 26
Price: Rp25 000

Gelora Api 26 | kumpulan cerpen dan puisi
Penerbit Buku Ultimus

Pengantar: Asep Sambodja
Editor: Chalik Hamid
Cetakan 1, Februari 2010
xxiv+108 hlm.; 14×20 cm
978-602-8331-15-9

Daftar Isi

Keputusan Prambanan — Pengantar Asep Sambodja — vii
Pengantar Penyunting — xxi

Cerpen
Sabotase — Zubir A. A. — 3
Rapat yang Penghabisan — Agam Wispi — 21
Sukaesih — Sugiarti Siswadi — 32
Sel D — S. Anantaguna — 39
Dari Daerah Pembuangan — T. Iskandar A. S. — 51
Kakek — A. Kembara — 59

Puisi
Balada Api 26 Tak Pernah Mati — Alifdal — 67
Kepada Aliarcham — Chalik Hamid — 73
Api Ini Tak Akan Padam — A. Kembara — 77
Mengangkat Tinggi Panjimu — Anantya — 80
November Bulan Historis — Nurdiana — 84
Api November 1926 — Mahyuddin — 86
Perlawanan — Chalik Hamid — 88
Bara yang Tak Terpadamkan — Mawie Ananta Jonie — 89
Hari Kebangkitan — M. D. Ani — 90
Jangan Tanya Nama — Z. Afif — 92

Lagu
12 November — 95

Sumber Karya — 97
Biodata Pengarang — 99

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan