-->

Kronik Toggle

Ada Intel Buku di Lembahpring

Dari Kiri ke Kanan: Fahrudin N, Kepala Dusun, Soemantri (Intel) --foto: Lembahpring

Dari Kiri ke Kanan: Fahrudin N, Kepala Dusun, Soemantri (Intel) –foto: Lembahpring

JOMBANG — Alhamdulillah. Akhirnya Gusti Allah MENGIZINKAN acara Geladak Sastra # 06 bertema “Bara Dari tanah Merah” yang membedah 3 buku LEKRA, yakni “Kisah-kisah dari tanah Merah”, “Tanah Merah yang Merah” dan “Gelora Api 26”. Para peserta diskusi yang hadir akan membuat catatannya sendiri-sendiri tentang peristiwa “bara” ini. Pada malam ya…ng “membara” ini, salah satu narasumber, Cak Sumrambah (Pengamat Sosial-Politik, Jombang) tidak dapat hadir karena uzur. Cak Rambah juga turut berinfaq untuk Geladak Sastra sebesar Rp. 500.000,-.

Seperti dilansir dalam surat resmi yang ditanda tangani langsung oleh Kepala Dinas PORABUDPAR Kab. Mojokerto, acara Bedah 3 Buku LEKRA yang sedianya akan meminjam Aula Dinas PORABUDPAR Kab. Mojokerto ini AKHIRNYA TIDAK DIIZINKAN karena TIDAK DISERTAI SURAT IJIN DARI POLRES MOJOKERTO. Dalam penjelasannya, Pak Afandi mengatakan acara Geladak Sastra ini telah diendus oleh BIN (Badan Intelijen Nasional). Info tersebut lantas di “forward” ke Polres Mojokerto dan Kejaksaan. Di samping alasan “SURAT IJIN”, Pak Afandi juga menjelsakan kalau buku yang akan dibedah diduga masuk dalam daftar buku yang DILARANG TERBIT.

Setelah mendengar ulasan panjang tentang “KENAPA BATAL?”, Komunitas Lembah Pring (KLP) tetap bertekad untuk tetap menggelar acara ini. Karena dalam pandangan KLP, setiap karya (apapun) punya hak untuk dibaca dan dimengerti isinya, terlebih karya yang berbicara tentang kesaksian dan sejarah. Karena itulah kemudian KLP berinisiatif mencari tempat lain untuk tetap melangsungkan bedah buku. Akhirnya kami memilih untuk “MEMINDAHKAN” acara bedah buku di Omah Pring (Markas Besar Komunitas Lembah Pring) di Jombang. Sudah kami duga sebelumnya, ternyata rencana “PEMINDAHAN” tempat ini sudah tercium. Ketika diskusi sudah berjalan, kepala dusun mendatangi Fahrudin untuk menyampaikan pesan dari Polres Jombang. Ternyata sudah ada enam intel yang menunggu kepastian tentang bedah buku.

Lantas Kasun pulang dan mengajak Pak Sumantri (Staf Intel Polres Jombang) dan kawan-kawan ke Lembah Pring untuk ngobrol langsung dan mencatat untuk laporan. Alhamdulillah. Setelah mengobrolkan “Apa itu Komunitas Lembah Pring” dan “Apa itu Geladak Sastra”, akhirnya Pak Sumantri memperkenankan acara Bedah 3 Buku LEKRA tetap dilangsungkan. Pak Sumantri juga meminta agar KLP berkenan menginfokan acara-acara yang digelar KLP untuk menjaga agar tidak terjadi kecurigaan dan kesalahpahaman ke depannya. Pak Sumantri pulang, namun dua kawannya menetap dan ikut diskusi serta berkenan juga membeli buku. Sekali lagi, ALHAMDULILLAH.
——–

PERMINTAAN MAAF TERBUKA:

SALAM HORMAT,

KEPADA KAWAN-KAWAN YANG TIDAK MENGETAHUI PERIHAL PEMINDAHAN TEMPAT DISKUSI GELADAK SASTRA DARI MOJOKERTO KE JOMBANG, SAYA SELAKU LURAH KOMUNITAS LEMBAH PRING MENYAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA KARENA SITUASI dan KONDISI YANG DARURAT. SEMOGA KAWAN-KAWAN MAMPU UNTUK LEGOWO. MATURNUWUN.

HORMAT KAMI,

JABBAR ABDULLAH (LURAH KOMUNITAS LEMBAH PRING)

Sumber: Note Facebook Jabbar Abdullah, 4 Agustus 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan