-->

Kronik Toggle

50 Persen Penerbit di Jabar Kolaps

Bandung – Ikatan Penerbit Indonesia Jawa Barat, meminta pemerintah menurunkan bea masuk alat alat produksi percetakan buku dan berbagai pajak yang meningkatkan harga produksi buku bacaan.”Beban produksi akibat banyaknya bea masuk barang untuk penerbitan buku mencapai 20 persen,” ujar Anwarudin Ketua Ikatan Penerbit Indonesia Jawa Barat di Balai Kota Bandung. Senin (2/8)
Di Jawa Barat paling tidak ada sekitar 190 penerbit.  Namun, yang masih melakukan penerbitan hanya 50 persennnya saja dan sisanya sidah kolap. karena beberapa asalasan diantaranya beban operasional yang tinggi. “Pajak itu persoalan kita, walapun PPN sudah ditanggung pemerintah. Tapi untuk bahan baku belum ada pembebasan.”

Anwarudin meminta pemerintah segera menurunkan atau menghilangkan pajak pajak bahan baku yang rata rata dipatok 10 persen. Karena, kalau ada potongan atau pembebasan paling tidak untuk lima komponen pembuatan buku seperti tinta, kertas akan membuat harga buku semakin murah dan pengusaha penerbitan kembali bergairah. “IKAPI sendiri berencana akan membuat katalog buku untuk mendatan buku buku yang diterbitkan,” ujarnya.

IKAPI Jawa Barat sendiri tahun ini kembali menggelar pameran buku dengan potongan sampai 70 persen.   IKAPI Jawa Barat menyelenggarakan pameran buku setelah awal tahun lalu menggelar pesta buku murah dan Islamik Book Fair. “Tahun ini kami menargetkan penjualan buku pada pameran buku mencapai  Rp 8 miliar atau naik 2 miliar dari tahun lalu,” kata Erwan Juhara,  Ketua Pelaksana Pameran Buku Bandung.

Erwan menegaskan, catatan IKAPI Jawa Barat, pembelian buku di toko-toko buku kecil cendrung mengalami penurunan rata rata sampai 20 persen pertahun. Selain itu toko toko buku kecil turun drastis.  Tahun 2000 di Indonesia ada sekitar 5 ribu toko buku kecil, tetapi tahun 2010 jumlah toko buku skala kecil tinggal 2500 toko. Saat ini di Bandung tinggal 200an toko buku kecil.

ALWAN RIDHA RAMDANI

*) Dikronik dari tempointeraktif, 2 Agustus 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan