-->

Kronik Toggle

Terdakwa Korupsi Dana Buta Huruf Divonis Satu Tahun

Tangerang: Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhi hukuman satu tahun penjara kepada dua Ketua Pusat Kegiatan Belajar Mengajar di Kabupaten Tangerang karena terbukti melakukan korupsi dana pemberantasan buta huruf di Kabupaten Tangerang. Keduanya adalah Sihabudin (Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Seroja Balaraja) dan Ahmad Hidayat (Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pendidikan Anak Bangsa).

Ketua Majelis Hakim Bambang Sunarto menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 diperbarui tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. “Harus dipertanggungjawabkan karena telah melakukan tindak pidana korupsi,” ujarnya dalam sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (19/7).

Sihabudin dinilai menerima Rp 630 juta dan Ahmad Hidayat menerima Rp 460 juta dari Rp 15,9 Miilyar dana pemberantasan keaksaraan fungsional di Kabupaten Tangerang tahun 2007.

Dalam amar putusanya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti dengan sah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhkan vonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta rupiah. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum 1,6 tahun.

Kuasa hukum Ahmad Hidayat, Eko Budiantoro, menyatakan keberatan dengan pertimbangan dan putusan majelis hakim tersebut. Menurut dia kilennya tidak bisa dipersalahkan dalam kasus ini apalagi dijatuhi hukuman.

Menurut Eko, terdakwa adalah korban dari kebijakan forum PKBM Kabupaten Tangerang. “Terdakwa  menjalankan perintah keputusan forum PKBM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang disepakati dalam rapat,” kata Eko.

Rapat tersebut salah satunya memutuskan, pemotongan dana para tutor pengajar untuk dana kebersamaan yang diminta oleh forum PKBM Kabupaten Tangerang. “Dana yang dipotong bukan dari APBN, bukan juga kesepakatan, tapi adalah keikhlasan para tutor,” katanya.

Berkaitan dengan dugaan korupsi program pengentasan buta huruf tersebut, Kejaksaan Negeri Tangerang telah menahan sembilan tersangka. Mereka di antaranya Camat Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, M. Djainudin. Dia berperan sebagai Ketua Forum Penilik (Pengawas) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang pada 2007. Ketika itu Djainudin berdinas di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang bidang pendidikan luar sekolah (PLS).

Selain Djaninudin Kejaksaan juga telah menahan Sihabudin (Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Seroja Balaraja) yang menerima dana Rp 630 juta, Agustin Bastaman (Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Cendana Kosambi dan Nurul Iman Teluknaga), Ahmad Hidayat (Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pendidikan Anak Bangsa), dan Sajum (Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Waqiah) serta Ahmad Ruhyat Jamal (Penanggungjawab Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Waqiah). Sukebhi Moefa, Ketua Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Kabupaten Tangerang. Rakhmat Tamang (Kasi PLS Provinsi Banten) dan Mardi Norman (Kepala seksi Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang).

Keseluruhan tersangka terlibat dalam perkara dugaan penyelewengan dana pemberantasan buta aksara atau program keaksaraan fungisonal (KF) yang menjadi program pemerintah pusat di Kabupaten Tangerang senilai Rp 15,9 miliar.

Dana pemberantasan buta huruf sebesar Rp 15,9 Milyar bersumber dari dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanjar daerah (APBD) Provinsi Banten tahun 2007. Dana itu kemudian dibagikan kepada 94 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di 36 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Setiap PKBM mengajukan program kegiatan pemberantasan buta aksara dengan menyiapkan tutor, peralatan seperti komputer dan alat tulis kantor serta pesertanya

Ada pengurus Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat merangkap tutor, satu orang bisa dobel honornya karena masuk rekening pribadi. Pesertanya ada yang sudah meninggal dan menjadi TKI, tetapi masih tercantum namanya.

*) Tempointeraktif, 19 Juli 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan