-->

Kronik Toggle

Teman Teroris Bom Bali I Luncurkan Buku

Jakarta – Buku setebal 381 halaman itu mengisahkan perjalanan hidup dua santri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Jawa Tengah.

Pengamat terorisme, Noor Huda Ismail meluncurkan buku “Temanku, Teroris?” di Gramedia Grand Indonesia, Kamis (15/7).

Buku setebal 381 halaman itu mengisahkan perjalanan hidup dua santri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Jawa Tengah. Santri pertama adalah Noor Huda, yang mendapat beasiswa di Universitas Saint Andrews Skotlandia dan pernah menjadi wartawan Washington Post. Santri kedua adalah kakak kelas sekaligus sahabat Huda, Fadlullah Hasan alias Mubarok yang jadi mujahidin di Afganistan dan terlibat di Bom Bali I.

Huda, 38 tahun, mengisahkan kehidupan di Ngruki yang sangat manusiawi. Jauh dari bayangan kebanyakan orang: sarang teroris. “Bacaannya mengalir, membuat kita sulit berhenti,” kata presenter Tina Talisa.

Mantan Ketua Badan Intelijen Negara Abdullah Mahmud Hendropriyono mengatakan kajian Huda layak mendapat nilai A dalam ilmu intelijen. “Karena wawancara langsung dengan sumber yang terkait masalah, yaitu terorisme,” katanya.

Huda kini aktif di Yayasan Prasasti Perdamaian, lembaga yang fokus menempatkan kembali mantan terpidana terorisme di masyarakat. Menurutnya, kelemahan utama santri yang terjerumus ke jihad salah kaprah itu adalah menerima semua ajaran tanpa mencoba mengkritisi. “Padahal dalam al Quran ada perintah untuk memverifikasi setiap kabar yang kita terima,” katanya.

REZA M

*) Tempointeraktif, 15 Juli 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan