-->

Kronik Toggle

Majalah Sastra PUSAT Diluncurkan

Jakarta – Majalah sastra Pusat akan diluncurkan pada Jumat malam ini. Peluncuran majalah sastra edisi perdana terbitan Pusat Bahasa itu akan digelar di kantor Pusat Bahasa di Rawamangun, Jakarta Timur. Majalah Pusat hadir untuk menampung penerbitan sastra Indonesia yang saat ini sangat kurang. Sementara itu, karya sastra yang dikreasi para sastrawan tumbuh subur dengan berbagai genre, terutama cerpen dan puisi..

Majalah Pusat diperuntukan bagi peminat sastra, mahasiswa, siswa, dan masyarakat umum lainya. Majalah Pusat direncanakan terbit saban empat bulan sekali berisi berbagai rubrik kesastraan, Cubitan. Ini merupakan kolom tetap yang diasuh Putu Wijaya. Setiap terbitan Cubitan juga memuat tulisan dari penulis tamu yang kali ini diisi oleh Budi Darma.

Lalu Pumpunan, rubrik yang memuat pendapat sejumlah sastrawan mengenai topik tertentu. Dalam edisi perdana ini Pumpunan membahas topik “Sastra Berpolitik atau Jangan Berpolitik”. Taman memuat karya sastra berupa puisi, cerpen atau dan drama; untuk edisi ini dimuat puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dan cerpen Hamzad Rangkuti. Telaah berisi esai, kritik atau ulasan karya sastra; tulisan yang dimuat kali ini “Telaah Puisi Mengikuti Teori Ch’ing dan Ching Wan Fu Chi oleh Abdul Hadi W.M dan “Sastra, Penerjemahan, dan Penyebaran Budaya: Fakta dan Renungan” oleh Bertold Damshauser.

Rubrik lainnya, Lembaran Mastera, yang berisi karya sastra dari tiga negara anggota Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA), yakni Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia. Majalah ini juga memberi peluang untuk sastra klasik dalam rubrik Mozaik, yang berisi bahasan, nukilan karya sastra klasik atau rangkuman hasil penelitian berserta contoh karyanya. Isi rubrik kali ini tentang ”Menyewa Sastra Klasik Betawi Asyik”.

Secangkir Teh memuat kisah sosok sastrawan terpilih dan karyanya, untuk edisi ini ditampilkan sosok Gus Mus. Rubrik lainnya Lingkaran Sastra, berisi kronik mengenai kegiatan-kegiatan sastra di Indonesia, terutama kegiatan sastra Pusat Bahasa dan Balai/Kantor Bahasa. Yang tak kalah pentingnya adalah Embun, tulisan tuntunan apresiasi dan kreasi bagi guru, mahasiswa, dan siswa. Dalam edisi ini dimuat “Menikahi Puisi dan Musik” oleh Ari Kapin. Rublik terakhir adalah glosarium yang berisi istilah sastra dan yang ditampilkan kali ini istilah “Balada”.

Kalim/Pelbagai Sumber

*)Tempointeraktif, 2 Juli 2010

2 Comments

blognya bagus boleh tukar link

RD Kedum - 20. Des, 2012 -

Info menarik, bagaimana caranya untuk berlagganan majalah Pusat bahasa ini untuk Kampus? Bertemu dg Bu Mu’jizah di Temu Sastra Palembang, namun tidak banyak kesempatan untuk bertanya banyak perihal majalah ini. Via email dg beliau juga belum di jawab. Beberapa buku pribadi saya (yang saya tulis) sudah saya sumbangkan ke perpustakaan Pusat Bahasa.Saya sangat tertarik untuk menggali sastra, terutama sastra daerah..salam

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan