-->

Kronik Toggle

Inilah Isi Surat Teguran Polisi untuk TEMPO

Jakarta – Setelah jadi polemik, Majalah Tempo akhirnya menerima surat teguran dari Divisi Humas Mabes Polri tertanggal 30 Juni 2010. Surat yang diteken Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang itu ditujukan kepada Pemimpin Redaksi Majalah Tempo di Jakarta.

Surat bernomor B/ 302/VI/2010/HUMAS itu perihal Penyampaian Teguran. Inilah isi surat dari Divisi Humas polisi itu.

Dalam suratnya, Humas menyebut berpatokan beberapa hal: yaitu  Undang-Undang RI nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Undang-Undang RI nomor 8 Tahun 1081 tentang KUHAP, Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Peraturan Dewan Pers Nomor 6 /Peraturan -DP/V/2008 tentang pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 Tentang Kode Etik Jurnalistik.

Juga merujuk pada Cover Depan Majalah Tempo edisi 14-20 Juni tentang Kapolri di Pusaran Batubara dan cover depan Majalah Tempo Edisi 28 Juni – 4 Juli 2010 tentang rekening gendut perwira polisi.

Dalam surat itu, juga disebutkan isinya: Polisi merasa tersudutkan dengan cover dua edisi  Majalah Tempo edisi 14 Juni – 20 Juni 2010 dan Edisi Tempo soal Rekening Gendut pada  28 Juni – 4 Juni – 4 Juli 2010.

Terutama pada  penulisan kalimat ” Kapolri di pusaran mafia batubara” pada cover Majalah Tempo Edisi 14 Juni – 20 Juni 2010. Disebutkan pada poin ini,” Isi berita tidak menguraikan judul yang dimaksud”.

Juga pada cover edisi terbaru Tempo yang mengambarkan sktesa seorang anggota Polri membawa 3 buah celengan yang berbentuk binatang babi dengan pengikat leher berupa pita police line warna kuning. Dalam surat itu disebutkan, cover itu merendahkan martabat seluruh anggota Polri, sementara berita hanya menyangkut beberapa nama orang.

Dalam suratnya, polisi juga menyebutkan kalau pembuatan cover Majalah Tempo Edisi 14-20 telah kami ingatkan secara lisan dalam pertemuan di Ruang Tamu Kapolri. Namun Tempo disebutkan, tidak ada etikat baik dan mengulangi lagi.

Karena itu, Mabes Polri menyatakan teguran keras kepada pihak redaksi yang telah menerbitkan majalah itu. “Dan masalah ini akan kami bawa ke jalur hukum” kata Inspektur Jenderal Edward Aritonang dalam suratnya.

Surat itu itu dikirim ke Tempo dan ditembuskan ke sejumlah pihak di Mabes Polri. Diantaranya Kapolri, Wakapolri, Irwasum Polri, Kabareskrim Polri, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri dan Ketua Dewan Pers.

WDA

*) tempointeraktif, 2 Juli 2010

1 Comment

Nico – Gunungsitoli - 03. Jul, 2010 -

sy setuju kalo institusi kepolisian tidak dibawa-bawa dan wajar pihak kepolisian terganggu dengan cover dimaksud artinya inilah sebuah penghinaan krn tidak adanya saling menhargai kalo memang institusi ini tidak ada hargai dan ga ada dimata kita lagi ya..! lebih baik dibubarkan karena sy yakin personil perwira kepolisian di Indonesia ini masih ada yang bersih nah kalo memang ada segelintir oknum, jelaskan donk paparkan wajahnya buat inisialnya jangan seperti cover ini… memang pers bebas menyuarakan ini tp bukan berarti melanggar etika norma yang ada..ato ada yang jamin kalo kru dan pengelola tempo semua bersih marilah kita paparkan secara elegan dan bukan membuat maslah semakin menganga. terimaksih??

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan