Syukuran Terbit Buku 'Rupa & Karakter Wayang Purwa'

Syukuran Terbit Buku ‘Rupa & Karakter Wayang Purwa’
JAKARTA–Buku ini adalah upaya konkret tiga cendekiawan yang mencoba melestarikan budaya asli Indonesia. Buku ini harus didorong agar mendapat dukungan dari semua pihak untuk menjadi bacaan bukan hanya oleh praktisi wayang, tapi juga remaja dan masyarakat umum.
Demikian komentar psikolog sekaligus Ketua Komunias Wayang Prof Dr Sarlito Wirawan menyambut terbitnya buku ini.
Tasyakuran ini dilaksanakan di Newseum Indonesia Cafe, Jakarta (21/05) oleh penerbitnya Kakilangit Kencana. Hadir dalam tasyakuran budaya ini antara lain komikus Dwi Koendoro, esais lawak dan pendiri majalah Humor Darminto M Soedarmo, sutradara Imam Tantowo, pekerja iklan Arjuno Wiwoho, dan puluhan peminat buku lainnya.
Buku setebal 1200 halaman ini merupakan salah satu buku lengkap yang mengulas wayang purwa. Tak hanya disertai 520 rupa wayang dengan ilustrasi grafis serta CD interaktif.
Ketiga penulisnya, Heru S. Soedjarwo, Sumari, dan Undung Wiyono, diakui oleh Romo Mudji Sutrisno  telah menempuh jalan suNya budaya dengan darah, keringat, dan bunga cinta yang mereka baktikan.
“Penulis buku ini adalah pencinta buta dan telah melahirkan anak budaya yang memunculkan peradaban. Tidak hanya mencipta ruang budaya, memberi tempat bagi tiga tradisi sekaligus: budaya lisan, budaya tulis, dan budaya digital,” katanya dalam acara tasyakuran.
Dwi Koendoro yang diminta memberi komentar mengatakan bahwa ia sedang menggarap tokoh Pailul dan Pailul ada dalam buku ini. “Saya ucapkan selamat,” kata komikus senior ini. (GM/IBOEKOE)

JAKARTA–Buku ini adalah upaya konkret tiga cendekiawan yang mencoba melestarikan budaya asli Indonesia. Buku ini harus didorong agar mendapat dukungan dari semua pihak untuk menjadi bacaan bukan hanya oleh praktisi wayang, tapi juga remaja dan masyarakat umum.

Demikian komentar psikolog sekaligus Ketua Komunias Wayang Prof Dr Sarlito Wirawan menyambut terbitnya buku ini.

Tasyakuran ini dilaksanakan di Newseum Indonesia Cafe, Jakarta (21/05) oleh penerbitnya Kakilangit Kencana. Hadir dalam tasyakuran budaya ini antara lain komikus Dwi Koendoro, esais lawak dan pendiri majalah Humor Darminto M Soedarmo, sutradara Imam Tantowo, pekerja iklan Arjuno Wiwoho, dan puluhan peminat buku lainnya.

Buku setebal 1200 halaman ini merupakan salah satu buku lengkap yang mengulas wayang purwa. Tak hanya disertai 520 rupa wayang dengan ilustrasi grafis serta CD interaktif.

Ketiga penulisnya, Heru S. Soedjarwo, Sumari, dan Undung Wiyono, diakui oleh Romo Mudji Sutrisno  telah menempuh jalan suNya budaya dengan darah, keringat, dan bunga cinta yang mereka baktikan untuk menyelamatkan kebudayaan leluhur.

“Penulis buku ini adalah pencinta buta dan telah melahirkan anak budaya yang memunculkan peradaban. Tidak hanya mencipta ruang budaya, memberi tempat bagi tiga tradisi sekaligus: budaya lisan, budaya tulis, dan budaya digital,” katanya dalam acara tasyakuran.

Dwi Koendoro yang diminta memberi komentar mengatakan bahwa ia sedang menggarap tokoh Pailul dan Pailul ada dalam buku ini. “Saya ucapkan selamat,” kata komikus senior ini. (GM/IBOEKOE)

Gus Muh

Gus Muh

Pencatat dan Pencatut Dunia Koran