-->

Lainnya Toggle

TIONGHOA, SEPAK BOLA (RNBA): Komentar Dewan

TIONGHOA, SEPAK BOLA (RNBA): Komentar Dewan
“Kecewa berat dengan komentar Freek.”
– Bambang Haryanto
“RNBA terlalu pelit untuk mengeksplorasi penelitiannya secara lebih mendalam.”
– Eri Irawan
“Mengganggu bab pendahuluan tentang konseptualisasi sepak bola. Dalam pokok bahasan tersebut penulis membuat paparan tentang apa itu sepak bola, bagaimana itu dimainkan, serta keterkaitan antara nasionalisme dan sepak bola. Menurut saya, ini justru menjadi semacam penyangkalan terhadap kepopuleran sepak bola itu sendiri. Tidak hanya itu, ada perasaan jumping karena kita sudah diajak tertuju pada masa lalu perkembangan awal sepak bola tetapi kemudian kita dihadapkan pada definisi kekinian.”
– Sholahuddin Aly
“… bahkan dalam upayanya menjelaskan aspek sosial dan politis sepakbola yang menjadi titik berat penelitiannya pun RNBA tidak terlalu berhasil.”
–  Zen RS

Tionghoa Surabaya“Kecewa berat dengan komentar Freek.”

– Bambang Haryanto

“RNBA terlalu pelit untuk mengeksplorasi penelitiannya secara lebih mendalam.”

– Eri Irawan

“Mengganggu bab pendahuluan tentang konseptualisasi sepak bola. Dalam pokok bahasan tersebut penulis membuat paparan tentang apa itu sepak bola, bagaimana itu dimainkan, serta keterkaitan antara nasionalisme dan sepak bola. Menurut saya, ini justru menjadi semacam penyangkalan terhadap kepopuleran sepak bola itu sendiri. Tidak hanya itu, ada perasaan jumping karena kita sudah diajak tertuju pada masa lalu perkembangan awal sepak bola tetapi kemudian kita dihadapkan pada definisi kekinian.”

– Sholahuddin Aly

“… bahkan dalam upayanya menjelaskan aspek sosial dan politis sepakbola yang menjadi titik berat penelitiannya pun RNBA tidak terlalu berhasil.”

–  Zen RS

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan