-->

Kronik Toggle

Surat Siswa SD untuk Gayus Tambunan

Surakarta – Tulisan di atas adalah sekelumit paragraf surat yang ditulis Dewi Cikita Wulandari, 12 tahun. Siswi kelas 6 Sekolah Dasar Yosodipuro Surakarta ini sedang menulis surat yang ditujukan kepada Gayus Tambunan, tersangka kasus mafia pajak yang memiliki kekayaan hingga Rp 28 miliar. Selain dia, 30 teman sekelasnya juga menulis surat serupa.

Dewi mengatakan sosok seperti Gayus sudah selayaknya dihukum seberat-beratnya. “Kalau perlu hukuman mati,” terangnya yang mengaku mengetahui tentang kasus Gayus dari televisi dan koran. Selain itu, dia berharap tidak hanya Gayus yang ditangkap, melainkan juga komplotannya.
Menurutnya, hukuman mati pantas diberikan karena koruptor sudah menyengsarakan rakyat. Dengan hukuman mati seperti yang diberlakukan bagi koruptor di China, katanya, orang akan takut untuk korupsi. Uniknya, permintaan hukuman mati tidak hanya disuarakan Dewi. Hampir sebagian besar teman sekelasnya meminta hal yang sama.
Sedangkan Putriana Wahyuningsih meminta agar Gayus dan orang-orang seperti dia, segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. “Seharusnya mereka sadar bahwa apa yang diambil bukan haknya dan milik rakyat,” ujar siswi kelas 5 ini.
Selain itu, dia meminta para pejabat tidak rakus dalam mengumpulkan harta. Sehingga mereka mencuri uang rakyat untuk kepentingan pribadi. Selain menulis surat, anak-anak juga membawa poster yang sebagian besar mengecam tindakan Gayus. Mereka menyebut Gayus sebagai penjahat kejam dan patut dihukum berat.
Salah seorang guru SD Yosodipuro Sumiyem mengatakan anak-anak memang diminta untuk mengungkapkan ekspresinya terhadap kejahatan yang dilakukan Gayus. Sehingga wajar ketika ada yang mengecam, menghujat, bahkan meminta agar Gayus dihukum mati.
“Yang terpenting, dengan kegiatan ini kami mengajarkan kepada anak-anak tentang nilai kejujuran dan amanah. Sehingga ketika mereka nantinya menjadi pejabat, tidak melakukan korupsi atau menyengsarakan rakyat,” katanya.
Dia menambahkan, selain 31 siswa kelas 6, turut menulis surat 32 siswa kelas 5. Surat-surat tersebut kemudian akan dipajang di majalah dinding sekolah. Sedangkan sebagiannya akan dikirim ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memberi dukungan penyelesaikan kasus mafia pajak.
*) Dikronik dari Tempointeraktif, 7 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan