-->

Kronik Toggle

Plagiarisme Doktor ITB

Kamis, 15/04/2010 20:40 WIB
Plagiarisme Doktor ITB
Plagiarisme Dilakukan Zuliansyah Saat Berstatus Mahasiswa S3
Tya Eka Yulianti – detikNews
ieeexplore.ieee.org Bandung – Kasus plagiarisme yang menyeret nama empat doktor ITB, dilakukan Mochammad Zuliansyah. Karya jiplakan yang diikutsertakannya dalam Proceedings of the 2008 IEEE Conference on Cybernetics and Intelligent Systems tahun 2008 saat masih berstatus mahasiswa S3.
Hal ini disampaikan Rektor ITB Prof Dr Akhmaloka kepada detikcom, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat ITB, Jalan Taman Sari, Bandung, Kamis (15/4/2010).
“Kasus ini berawal dari keikutsertaan seorang mahasiswa S3 bernama Mochammad Zuliansyah yang mengikuti seminar dengan menyertakan sebuah makalah pada 2008 di Cina,” ujar Akhmaloka mengawali.
Pihak ITB kemudian mengetahui ada masalah, setelah tim IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers atau IEEE) menghubungi ITB dan menyatakan bahwa makalah yang disampaikan oleh Zuliansyah mengandung unsur-unsur plagiat.
“Saya kaget, adanya kasus plagiat yang ditujukan pada ITB. Sama halnya dengan saya, para pembimbing juga surprise,” lanjutnya.
Dijelaskan Akhmaloka, setiap mahasiswa S3 dibimbing oleh tiga pembimbing. Pada makalah Zuliansyah, tiga pembimbingnya yaitu Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng dan DR. Ir. Yoga Priyana serta DR. Ir. Carmadi Machbub.
“Para pembimbing tidak mengetahui isi dari materi makalah yang bersangkutan adalah plagiat. Keputusan plagiat tersebut pun didapat setelah panita IEEE membawa makalah tersebut untuk diproses dalam komite etik,” jelas Akhmaloka.
Meski makalah diajukan pada 2008, namun hasil dari komite etik itu baru keluar pada akhir 2009. “Panitia IEEE yang menghubungi kita, dan menyampaikan bahwa makalah tersebut adalah plagiat,” imbuhnya.
Heboh plagiarisme doktor-doktor ITB ini berawal dari situs ieeexplore.ieee.org. Situs tersebut adalah perpustakaan digital milik Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), asosiasi dari para ilmuwan teknik elektro dan teknologi informasi.
Situs tersebut memasang sebuah pengumuman soal pelanggaran prinsip-prinsip publikasi dari IEEE bertajuk “Notice of Violation of IEEE Publication Principles”.
Disebutkan makalah plagiat itu berjudul ‘3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis’ yang dibuat oleh 4 doktor ITB yaitu Mochammad Zuliansyah, Suhono Harso Supangkat, Yoga Priyana, dan Carmadi Machbub.
Makalah ini dipublikasikan dalam Konferensi IEEE tentang ini Cybernetics and Intelligent Systems pada 2008, di Chengdu, China. “Makalah ini hampir seluruhnya menduplikasi makalah lain. Teks asli dikopi tanpa menyebut sumber,” demikian keterangan di situs itu.
Makalah asli yang dijiplak adalah ‘On 3D Topological Relationships’. Makalah ini dibuat ilmuwan lain yaitu Siyka Zlatanova, dan sudah dipublikasikan dalam 11th International Workshop on Database and Expert System Applications, terbitan tahun 2000 silam. Alias 8 tahun sebelum 4 doktor ITB ini menerbitkan makalahnya. (lom/Rez)

BANDUNG — Kasus plagiarisme yang menyeret nama empat doktor ITB, dilakukan Mochammad Zuliansyah. Karya jiplakan yang diikutsertakannya dalam Proceedings of the 2008 IEEE Conference on Cybernetics and Intelligent Systems tahun 2008 saat masih berstatus mahasiswa S3.

Hal ini disampaikan Rektor ITB Prof Dr Akhmaloka kepada detikcom, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat ITB, Jalan Taman Sari, Bandung, Kamis (15/4/2010).

“Kasus ini berawal dari keikutsertaan seorang mahasiswa S3 bernama Mochammad Zuliansyah yang mengikuti seminar dengan menyertakan sebuah makalah pada 2008 di Cina,” ujar Akhmaloka mengawali.

Pihak ITB kemudian mengetahui ada masalah, setelah tim IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers atau IEEE) menghubungi ITB dan menyatakan bahwa makalah yang disampaikan oleh Zuliansyah mengandung unsur-unsur plagiat.

“Saya kaget, adanya kasus plagiat yang ditujukan pada ITB. Sama halnya dengan saya, para pembimbing juga surprise,” lanjutnya.

Dijelaskan Akhmaloka, setiap mahasiswa S3 dibimbing oleh tiga pembimbing. Pada makalah Zuliansyah, tiga pembimbingnya yaitu Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng dan DR. Ir. Yoga Priyana serta DR. Ir. Carmadi Machbub.

“Para pembimbing tidak mengetahui isi dari materi makalah yang bersangkutan adalah plagiat. Keputusan plagiat tersebut pun didapat setelah panita IEEE membawa makalah tersebut untuk diproses dalam komite etik,” jelas Akhmaloka.

Meski makalah diajukan pada 2008, namun hasil dari komite etik itu baru keluar pada akhir 2009. “Panitia IEEE yang menghubungi kita, dan menyampaikan bahwa makalah tersebut adalah plagiat,” imbuhnya.

Heboh plagiarisme doktor-doktor ITB ini berawal dari situs ieeexplore.ieee.org. Situs tersebut adalah perpustakaan digital milik Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), asosiasi dari para ilmuwan teknik elektro dan teknologi informasi.

Situs tersebut memasang sebuah pengumuman soal pelanggaran prinsip-prinsip publikasi dari IEEE bertajuk “Notice of Violation of IEEE Publication Principles”.

Disebutkan makalah plagiat itu berjudul ‘3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis’ yang dibuat oleh 4 doktor ITB yaitu Mochammad Zuliansyah, Suhono Harso Supangkat, Yoga Priyana, dan Carmadi Machbub.

Makalah ini dipublikasikan dalam Konferensi IEEE tentang ini Cybernetics and Intelligent Systems pada 2008, di Chengdu, China. “Makalah ini hampir seluruhnya menduplikasi makalah lain. Teks asli dikopi tanpa menyebut sumber,” demikian keterangan di situs itu.

Makalah asli yang dijiplak adalah ‘On 3D Topological Relationships’. Makalah ini dibuat ilmuwan lain yaitu Siyka Zlatanova, dan sudah dipublikasikan dalam 11th International Workshop on Database and Expert System Applications, terbitan tahun 2000 silam. Alias 8 tahun sebelum 4 doktor ITB ini menerbitkan makalahnya.

Sumber: DETIK.COM, 15 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan