-->

Kronik Toggle

Pengguna Bahasa Gorontalo Mulai Langka!

GORONTALO–Pakar  Linguistik dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof.Dr.Mansoer Pateda mengungkapkan, pengguna bahasa daerah Gorontalo mulai langka, sebab semakin jarang penduduk lokal yang menggunakannya. “Di kalangan generasi muda, bahasa daerah tidak lagi akrab digunakan,” kata Mansoer, Kamis.

Bahasa daerah ini, juga  sudah jarang digunakan sebagian besar masyarakat dalam berinteraksi. Kalaupun ada, penggunaannya acap kali tidak tepat.  Akibatnya, Bahasa Gorontalo banyak mengalami  perubahan kosa kata baru.

Selain itu, bahasa tersebut dianggap tidak menjanjikan. Artinya, ketika masyarakat ingin mencari lowongan kerja, maka yang diwajibkan adalah harus bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar, ditambah lagi harus bisa berbahasa asing.

“Dengan begitu, bagi orang yang ingin mencari kerja, maka dilarang berbahasa Gorontalo. Sebab tidak menjanjikan untuk mendapatkan pekerjaan,” ujar  guru besar di bidang Linguistik pada Fakultas Sastra dan Budaya UNG ini.

Meski demikian, dirinya tidak bisa  memprediksikan, kapan tepatnya bahasa Gorontalo akan punah. “Bisa jadi kurun puluhan tahun ke depan,” Ujar penyusun kamus Gorontalo-Indonesia ini.

Untuk lebih melestarikan bahasa Gorontalo, Mansoer Pateda telah berupaya dengan memberikan pembinaan bahasa Gorontalo kepada anak-anak, dalam bentuk cerita anak yang disiarkan melalui radio. “Selain itu, penguatannya harus pada pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah,” ujar Mansoer.

*) Dikronik dari Kompas Online, 2 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan