-->

Kronik Toggle

Peluncuran Biografi Euis Komariah

Bandung – Tak banyak seniman yang mau konsisten di jalur musik tradisional. Namung seorang Euis Komariah, rela menghabiskan 52 tahun perjalanan hidupnya menjadi penembang Sunda.

Memang layak predikat maestro tembang Sunda disematkan padanya. Perempuan berusia 60 tahun ini sudah berkiprah di jalur lagu atau tembang Sunda sejak usianya masih 8 tahun.

Di Wangisagara, Majalaya Kabupaten Bandung yang menjadi tanah kelahirannya, Euis dikenalkan pada musik Sunda. Euis kecil dibesarkan oleh diasuh oleh Mak Iming, adik dari neneknya. Dalam asuhan Mak Iming inilah, Euis sudah diarahkan menjadi penembang.

“Mak Iming yang suka nganter ke tempat latihan. Ke sana juga harus jalan jauh sampai 3 kilometer,” jelasnya saat ditemui di kediamannya Padepokan Jugala Jalan Kopo No 15-17 Bandung.

Awalnya, Euis belajar pasindenan. Tapi dalam perjalanannya tembang Cianjuran menjadi pilihan. Menurut Euis, tembang Cianjuran memiliki rasa yang lebih mendalam.

“Tembang Cianjuran lebih ke hati,” ungkap istri seniman Sunda Gugum Gumbira ini.

Meski butuh waktu untuk sampai benar-benar matang menguasai tembang Cianjuran. Begitu pun bagi Euis, dia mengaku baru bisa merasakan kematangan itu di tahun
1969.

Tembang Sunda memang memiliki kesukaran baik dari cengkok maupun ornamennya. Tapi jika dengan serius ditekuni menurut Euis tidak ada yang sulit. Dan Euis Komariah sudah membuktikan itu.

Untuk melengkapi karier bermusiknya, di usianya yang ke-60 ini Euis akan meluncurkan biografi perjalanan hidup dan kariernya dalam buku yang bertajuk “Daweung Tineung Euis Komariah, Sebuah Biografi”.

Buku setebal 234 halaman ini menurut Euis tidak hanya menuliskan perjalanan hidupnya, tapi disisipkan pula ilmu tembang yang diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. “Sebagai kenangan untuk anak cucu juga,” ujarnya sembari tersenyum.

Buku yang ditulis wartawan Aam Amalia ini akan diluncurkan dalam sebuah resital berjudul “Daweung Tineung” yang akan digelar hari ini, Senin (5/4/2010) di Hotel Grand Pasundan Jalan Peta. Bersamaan dengan itu juga diluncurkan CD berjudul ‘Kudu Kasaha’ yang berisi 15-16 lagu terbarunya.

Tak hanya penampilan dari Euis, beberapa seniman Sunda termasuk tarian garapan dari Gugum Gumbira juga akan turut memeriahkan suasana peluncuran.
(ema/dip)

*) Dikronik dari Detikbandung, 5 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan