-->

Lainnya Toggle

Mengurai Kenangan dengan Scrapbook

Bandung – Era digital mungkin membuat pendokumentasian dalam bentuk cetak foto agak diabaikan. Kenangan-kenangan itu tersimpan di laptop, PC, telepon genggam, hingga situs jejaring sosial seperti facebook.

Tapi mungkin scrapbook atau scrapbooking akan memberikan pemahaman lain. Kalau sebuah momen istimewa memang layak didokumentasikan dengan cara yang spesial.

Scrapbook merupakan bagian dari prakarya kertas yang lazimnya disebut seni menghias foto. Kerajinan ini berasal dari negeri Paman Sam Amerika Serikat yang
sudah berkembang sejak lama.

Tapi di Indonesia sendiri tren scrapbook ini mulai berkembang selama tiga tahun terakhir. Sehingga mulai bermunculanlah toko-toko yang menjual perlengkapan
scrapbook karena peminatnya pun sudah mulai banyak.

“Indonesia terbilang telat, kalau di Amerika Serikat trennya sudah berlalu dan jadi bagian dari keseharian, sedangkan di Indonesia sekarang sedang ramai-ramainya,” ujar Ina Himawan, pemilik My Scrapbook Ideas Cascade Jalan RE Martadinata.

Menurut Ina scrapbook sebenarnya sudah dikenal di Indonesia sebelumnya. Hanya saja, dulu bahan baku yang digunakan adalah potongan kertas dari majalah-majalah, entah itu huruf-hurufnya atau gambar-gambar lain untuk
ditempelkan dalam album foto.

Tapi kali ini, bahan baku untuk pembuatan scrapbook ini sudah diproduksi dalam skala industri. Cina, menurut Ina, merupakan salah satu negara yang menjadi produsen scrapbook terbesar di dunia saat ini.

“Scrapbook seperti memorabilia,” jelas Ina. Merekam peristiwa yang ingin dikenang agar masih bisa dilihat di masa depan, untuk generasi selanjutnya. Entah itu pernikahan, tumbuh kembang anak, foto keluarga bahkan foto sendiri.

Dalam scrapbook, elemen utama yang dibutuhkan tentu saja foto. Setelah itu, barulah memilih kertas yang sesuai dengan warna dominan foto. Disinilah akan
belajar bagaimana cara mengkompomposisi warna.

Foto bisa ditempelkan dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Setelah foto ditempelkan, dilanjutkan dengan journaling, yang disebutkan Ina sebagai jantung
utama Scrapbook.

Journaling yaitu catatan tentang momen itu sendiri. Yang tak hanya menggambarkan tentang waktu atau tempat, tapi juga ungkapan perasaan atas momen tersebut.

“Untuk membuat journaling bisa ditulis tangan atau diprint komputer, bisa juga dicap dengan stempel yang sudah disediakan,” ujar Ina.

Terakhir dan paling menyenangkan adalah mengaplikasikan embelishment atau hiasan foto. Hiasan ini sudah tersedia dalam berbagai objek, warna, bentuk, maupun
motif. Hanya tinggal bagaimana mengkomposisikan hiasan sehingga menjadi satu kesatuan dengan foto.

Apalagi kalau sudah sampai tingkat advance, scrapbook bisa dikombinasikan dengan kerajinan lain seperti paper quilt, atau dengan kain bahkan airbrush.

*) Diambil dari Detik.com 9 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan