-->

Kronik Toggle

Masyarakat Bandung Mendadak Membaca?

BANDUNG– Menyambut perayaan Hari Buku Sedunia (HBS) yang jatuh pada 23 April, masyarakat Kota Bandung akan menggelar beragam acara bertema “Mendadak Membaca”. Kegiatan ini digelar sekaligus untuk menyambut hari Konferensi Asia Afrika (KAA) “Spirit Bandung 55”.

Diksi mendadak dipilih sebagai sindiran bagi kita, agar setidaknya, satu hari saja dalam setahun kita sempatkan membaca.
— Deni Rachman

Deni Rachman, Ketua Penyelenggara HBS dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/4/2010) mengatakan, di beberapa negara perayaan HBS setiap tanggal 23 April secara resmi dimulai sejak 1995 berdasarkan keputusan Konferensi Umum Unesco “World Book and Copyright Day” dan “UNESCO Prize for Children’s and Young People’s Literature in the Service of Tolerance”.

Di Bandung, kata Deni, peringatan ini memasuki tahun ke-3 sejak 2008. Pada awal peringatan, HBS diperingati dengan mengusung tema Buku untuk Perdamaian lalu dilanjutkan pada 2009 dengan tema Puspawarna Pustaka, sedangkan tahun ini bertema Mendadak Membaca.

“Kami berharap masyarakat, termasuk pelaku perbukuan, disadarkan akan satu terobosan bahwa proses membaca ketika dalam kondisi perbukuan yang lesu diperlukan satu dorongan dari luar yang kuat. Peran komunitas dan masyarakat yang masih peduli terhadap dunia pendidikanlah yang menjadi corong utamanya,” ujar Deni.

Menurutnya, masyarakat disodorkan dengan satu alternatif acara yang menawarkan program-program literasi yang mudah diakses dan murah. “Diksi ‘mendadak’ dipilih sebagai satu sindiran bagi kita semua, agar setidaknya, satu hari saja dalam setahun mari kita sempatkan membaca buku,” ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan HBS dan Spirit Bandung 55 ini telah dimulai dengan kegiatan beramal masyarakat untuk menyisihkan sebagian bukunya untuk korban banjir di Bandung Selatan (Baleendah). Program lainnya adalah digelarnya aksi damai bersama para seniman dan pelaku perbukuan yang menggugat fenomena industri buku, hari santai Berburu Harta Karun (buku) dan jalan-jalan menyusur toko buku zaman dahulu.

“Pada tanggal 23 April kami akan membaca bersama Buku Gedung Sate bersama penulisnya,” ujar Deni.

*) DIkronik dari Kompas Online, 19 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan