-->

Kronik Toggle

Majalah Berbahasa Banyumas Diluncurkan

PURWOKERTO–Yayasan Seni dan Budaya Sendang Mas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, meluncurkan majalah bulanan bernama Ancas berbahasa Jawa Banyumasan.

Terkait peluncuran majalah tersebut, Bupati Banyumas Mardjoko memberikan apresiasi kepada tim redaksi Ancas. “Pemerintah Kabupaten Banyumas menyampaikan terima kasih atas upaya dan kesungguhan tim redaksi untuk turut ’nguri-uri’ (melestarikan) budaya Banyumasan melalui penerbitan majalah,” kata Mardjoko dalam bahasa Banyumasan.

Selain itu, dia juga menyampaikan komitmennya dalam membangun Kabupaten Banyumas, termasuk melestarikan budaya Banyumasan. “Saya juga mengajak masyarakat Banyumas untuk turut berpartisipasi dalam proses pembangunan, termasuk dalam hal pelestarian budaya Banyumasan,” katanya.

Sementara itu Pemimpin Redaksi Majalah Ancas Ahmad Tohari mengatakan, ide diterbitkannya majalah berbahasa Banyumasan ini terinspirasi dari sosok dan ucapan Bupati Banyumas Mardjoko.

“Awal pemikiran terbitnya majalah ini karena kami melihat ’kodrah’ atau ’sesorah’ (sambutan) Pak Mardjoko yang sering dibawakan dalam bahasa Banyumasan,” kata dia yang juga budayawan Banyumas.

Selain itu, lanjut dia, budaya, termasuk budaya Banyumasan, merupakan bagian dari peradaban manusia yang harus dilestarikan.

Dalam hal ini, kata Tohari, para budayawan dan sastrawan Banyumas berkeinginan untuk membangkitkan kembali bahasa Banyumas yang kian menurun penggunaannya.

Menurut dia, penerbitan majalah ini merupakan bagian dari kewajiban sastrawan Banyumas untuk menggiatkan kembali dialek Banyumasan.

“Oleh karenanya, majalah ini kami beri nama ’Ancas’ yang berasal dari kosakata Banyumas dan mengandung arti tujuan. Dengan demikian, sesuai tujuan kami, tema yang diangkat dalam edisi perdana ini adalah membangkitkan kebanggaan berbahasa Banyumasan,” katanya.

Ia mengatakan, edisi perdana Majalah Ancas yang diterbitkan oleh Yayasan Sendang Mas ini dicetak sebanyak 5.000 eksemplar dengan harga Rp10.000 per eksemplarnya.

Menurut dia, majalah tersebut didistribusikan ke seluruh wilayah bekas Keresidenan Banyumas dan pemukiman warga Banyumas di berbagai daerah.

Dia mengakui masih cukup banyak hambatan untuk memperkenalkan Majalah Ancas karena masih banyaknya warga yang belum menjadi masyarakat yang gemar membaca.

Kendati demikian, dia mengatakan, hadirnya majalah ini diharapkan dapat menjadi sumber bahan ajar bagi sekolah-sekolah yang mengajarkan dialek Banyumasan.

“Majalah Ancas akan selalu menyajikan berbagai artikel dan berita dalam bahasa Banyumasan, sehingga dapat dijadikan bahan ajar bagi sekolah-sekolah,” kata Ahmad Tohari yang juga penulis novel “Ronggeng Dukuh Paruk”.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sendang Mas HM Santoso mengatakan, terbitnya Majalah Ancas diharapkan dapat diterima oleh masyarakat Banyumas.

“Kami juga berterima kasih kepada Pemkab Banyumas yang turut mendukung penerbitan majalah berbahasa Banyumasan ini,” kata dia yang juga Pemimpin Umum Majalah Ancas.

3 Comments

Aya takarai - 05. Apr, 2010 -

Bahasa banyumasan itu bahasa ngapak bukan?

Dasdi siswoyo - 27. Sep, 2010 -

Aku seneng banget maca majalah ancas,tapi jajal kabupaten kebumen melu di sengi gabung utawane di muat beritane nang ancas,sebab enyong asli kebumen aku wis rong wulan tuku terus tapi batirku akeh wong banyumas,cilacap,purbalingga matur nuwun.

Doddy - 14. Feb, 2011 -

wow………. keren………
bahasa banyumas wis bisa dadi bahasa tulis, rupane majalah maning……….
pancen inyong wis weruh majalah ANCAS….. rual biasa pokoke lah……

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan