-->

Kronik Toggle

Keliling Perpustakaan untuk Cari Buku Incaran

DI Australia, terutama Melbourne, sekarang masih masa libur. Josdi, Angelin, dan Erlinda pun belum mengikuti kegiatan belajar di kampus La Trobe University. Tapi, tiga pemenang Top Ten Gold Axis DetEksi-Con 2k9 tersebut punya cara sendiri untuk menyibukkan diri.

Josdi, Angelin, dan Erlinda memilih berkeliling ke tempat-tempat menarik di Melbourne. Terdapat beragam cara yang tebersit di benak ketiganya. Pikiran itu tentu dipengaruhi tujuan masing-masing yang ingin menggali potensi Melbourne.

Kemarin (6/4) sekitar pukul 10.00 mereka bertiga bertemu di Victoria State Library. Di sana mereka merencanakan kegiatan untuk seharian itu. Setelah ngobrol-ngobrol, ternyata Angelin masih ingin belajar di perpus.

Angelin melanjutkan perburuan buku-buku akademis yang diincar. Sementara itu, Josdi dan Erlinda masih ingin berjalan-jalan mengitari Melbourne bersama teman-teman sepupu Erlinda yang tinggal di sana.

“Kami berpisah di Victoria State Library. Sebenarnya, cukup berat juga. Tapi, Angelin pengin cari buku dan terlihat menguasai medan. Maklum, dia sering traveling. Jadi, agak tenang. Mau nggak mau, aku cowok sendiri yang harus mengayomi. Hehehe…” ujar Josdi.

Josdi dan Erlinda melanjutkan jalan-jalan, sedangkan Angelin stay di Victoria State Library. Di perpus bertingkat itu, dia berusaha mencari buku-buku akademis yang sudah dibidiknya dari Surabaya.

Di tempat tersebut sebenarnya terdapat sistem pencarian yang sangat mudah. Yaitu, sistem database dan pemisahan letak yang rapi. Namun, Angelin menemui jalan buntu dalam mencari buku incaran itu. Bertanya adalah solusi bagi Angelin.

“Langsung saja aku tanya petugas. Nggak aku sangka, mereka ramah banget dan sangat kooperatif dengan pengunjung. Aku cukup terbantu sampai direkomendasikan ke perpus-perpus terdekat,” ujar Angelin.

Pencarian berlanjut ke Flinder Street. Di tempat itu terdapat perpus yang disebut petugas Victoria State Library. Tapi, pencarian Angelin di perpus tersebut juga tidak membuahkan hasil. Angelin lantas diberi petunjuk untuk mencari di toko buku.

Dia lantas melanjutkan perjalanan ke tourism centre. Dia menanyakan lokasi toko buku terdekat, lengkap beserta petanya. Memang, bagi seorang turis atau backpacker, peta menjadi bawaan wajib.

“Akhirnya, ketemu di tempat penjualan buku-buku secondhand, gitu. Semacam Jalan Semarang atau Blauran, tapi tempatnya lebih elite. Itemnya tinggal dua. Sayang, duitnya nggak cocok. Yang penting, aku punya pengalaman keliling perpus. Hehehe…” lanjut Angelin. (che/c11/kkn)

*) Dikronik dari JawaPos, 7 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan