-->

Kronik Toggle

ITB Segera Putuskan Sanksi Kasus Plagiat Disertasi

BANDUNG  – Institut Teknologi Bandung akan memutuskan sanksi kasus penjiplakan makalah dan disertasi MZ pekan ini. Majelis Wali Amanat, Majelis Guru Besar, Rektorat, dan Senat Akademik akan duduk bersama dalam rapat khusus Kamis (22/4) lusa. “Saya ingin putusannya itu secepatnya,” kata Rektor ITB Akhmaloka, Selasa (20/4).

Menurut Akhmaloka, rekomendasi dan hasil kajian dari tim kecil guru besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB sudah masuk. Laporan itu akan dipelajarinya untuk mengambil keputusan kasus penjiplakan MZ.

Sedangkan anggota tim kecil dari STEI ITB Prof. Dr. Yanuarsyah Haroen mengatakan, laporan kajian penjiplakan sudah disampaikan ke Dekan dan Rektor kemarin. “Kami sudah rumuskan tapi belum final, karena masih harus dibahas dalam pertemuan dengan guru besar,” ujarnya hari ini.

Tim yang beranggotakan para guru besar STEI ITB itu khusus memeriksa disertasi MZ yang diduga hasil menjiplak.  “Ada kecenderungan ke arah sana (penjiplakan),” ujar Yanuar.

Namun dia masih enggan menjelaskan lebih banyak hasil temuan itu, termasuk sanksi berupa pencabutan gelar doktor yang disandang MZ dari ITB sejak 2008. Pastinya, kata dia, penjiplakan dalam dunia akademik akan diberi sanksi tegas.

Kasus penjiplakan oleh MZ berawal dari kiriman makalahnya untuk konferensi di Chengdu, Cina pada 2008. Makalah yang diterbitkan pada 2009 itu kemudian dinyatakan tak asli oleh panitia konferensi Institute of Electrical and Electronics Engineers yang berpusat di Singapura. MZ mengakui penjiplakan itu dan meminta maaf kepada seluruh civitas akademika dan ikatan alumni ITB.

Belakangan, ITB juga memeriksa disertasi MZ yang diduga hasil jiplakan. Disertasi itu berjudul Model Tipologi Geometri Spasial 3 Dimensi. Adapun judul makalah jiplakannya adalah ‘On 3D Topological Relationships’. MZ diwisuda sebagai doktor pada Oktober 2008.

MZ, menurut Dekan STEI ITB Adang Suwandi, diterima sebagai mahasiswa S-3 ITB pada 2003. Masa belajarnya cukup lama dibanding mahasiswa lain yang bisa lulus dalam 3-4 tahun. MZ sebelumnya menempuh S-1 di Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telkom yang kini bernama Institut Teknologi Telkom, Bandung.

Dia melanjutkan S-2 dan lulus dari ITB. Sejauh ini MZ masih sulit dihubungi. Telepon dan pesan pendek dari Tempo tak dijawabnya.

ANWAR SISWADI

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 20 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan