-->

Kronik Toggle

Inilah Kasus-kasus Penjiplakan Akademisi Indonesia pada 2010

Jakarta – Kasus penjiplakan yang diduga dilakukan akademisi kembali terjadi. Bekas calon dosen Institut Teknologi Banten berinisial MZ. Dalam karya ilmiah berjudul ‘On 3D Topological Relationships’, MZ diduga menjiplak karya ilmuwan Siyka Zlatanova. Makalah itu dibawa MZ ke konferensi ilmiah di Chengdu, Cina, pada September 2008.
Berikut ini kasus-kasus dugaan penjiplakan yang terjadi pada 2010.:

1. Pada 2 Februari, Kasus penjiplakan teknologi tungku batu bara gasifikasi yang melibatkan oknum dosen Fakultas Pertanian Universitas Mataram dibawa ke Pengadilan Niaga di Surabaya, Jawa Timur.

Direktur CV Madina Technocindo, Mufidzah Munfa`ati, mengklaim sebagai penemu tungku batu bara gasifikasi yang dijiplak oleh oknum dosen Universitas Mataram. Munfa’ati pun melaporkan hal itu ke polisi.

2. Pada 4 Februari, harian The Jakarta Post menyatakan tulisan bertajuk “RI as New Middle Power” yang dibuat mantan Dekan FISIP Universitas Parahiyangan Anak Agung Banyu Perwita bukan karya asli.

Anak Agung diduga menjiplak karya Carl Ungerer bertajuk “The Middle Power, Concept in Australia Foreign Policy“. Karya warga Australia itu dimuat di Australian Journal of Politics and History Volume 53 pada 2007.

3. Pada 16 Februari, Pembantu Rektor (Purek) I Universitas Tirtayasa Serang Banten Sadeli Hanafi mengatakan Komisi Etika dan Disiplin Senat Universitas Tirtayasa Serang, Banten, mempelajari kasus dugaan plagiat (penjiplakan) karya ilmiah yang diduga melibatkan guru besar Untirta, Prof Dr Sholeh Hidayat.

Karya ilmiah Sholeh Hidayat yang berjudul “Bermimpi Untirta Menjadi World Class University” yang diterbitkan di media massa lokal diduga banyak kemiripan dengan tulisan sejenis. Dalam beberapa paragrap, tulisan Sholeh Hidayat nyaris sama dengan karya ilmiah yang berjudul “Impian Mendorong Unhalu 2025 (sebagai World Class University) karya Laode M Aslan, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Haluleo (Unhalu).

Sholeh sendiri membantah tudingan tersebut. Menurut dia, setiap tulisannya di media selalu mencantumkan berbagai sumber tulisan dalam bentuk daftar pustaka, namun media tidak ada halaman untuk pencantuman daftar pustaka.

4. Pada 17 Februari, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah V DI Yogyakarta Budi Santosa Wignyosukarto di Yogyakarta mengatakan dua calon guru besar perguruan tinggi swasta dicurigai mengajukan karya ilmiah hasil penjiplakan dalam berkas pengajuan gelar guru besarnya. Karena kasus ini, pengajuan gelar guru besar mereka ditangguhkan hingga proses klarifikasi selesai.

Dua dosen yang tengah mengajukan gelar guru besar tersebut hanya disebutkan berasal dari bidang ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu sosial. Salah satu karya ilmiah yang diajukan pernah menjadi bahan diskusi dalam seminar internasional di Yogyakarta. Satu karya ilmiah lainnya diduga merupakan hasil skripsi mahasiswa S-1 sebuah perguruan tinggi negeri terkenal di Yogyakarta.

BERBAGAI SUMBER| KODRAT SETIAWAN

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 16 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan