-->

Kronik Toggle

Buku Muhammadiyah Gerakan Pembaruan Diluncurkan

JAKARTA— Maarif Institute meluncurkan buku berjudul “Muhammadiyah Gerakan Pembaruan”. Buku ini ditulis oleh Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Isinya menceritakan tentang ragam pertanyaan mendasar mengenai masa depan eksistensi organisasi muslim modernis terbesar tersebut

Melalui buku ini, Haedar berupaya melakukan analisis terhadap eksistensi dan konsistensi Muhammadiyah yang sudah berjalan kurang lebih selama 1 abad lamanya.

Salah satu poin yang dibahas dalam karya tulis setebal 300 halaman tersebut adalah terkait fatwa haram rokok yang kemudian disusul fatwa haram bunga bank konvensional yang baru-baru ini ditelurkan.

Hadirnya dua ketetapan tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Alih-alih menelurkan gagasan besar bagi sebuah persoalan bangsa dan kemanusiaan, tetapi hal itu justru memasung Muhammadiyah dalam kerangkeng tradisi kejumudan masa lampau dan hanya memikirkan persoalan-persoalan kecil yang tidak fundamental.

Pendiri Maarif Institute, Buya Ahmad Syafii Maarif mengatakan bahwa dirinya merasa geram atas pergerakan Muhammadiyah selama ini, “Dimana peran Muhammadiyah dalam merespon masalah moralitas politik yang telah terkoyak di negeri ini?, ” ujarnya saat peluncuran buku di Gedung Juang, Menteng, Jakarta, Jumat(23/4).

Buku karya Haedar Nasir tersebut menurut Syafii, pantas diketengahkan ke tengah-tengah publik untuk diperdebatkan. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, Presidium ICMI, Azyumardi Azra dan mantan Menteri Agama, Malik Fadjar

*) Dikronik dari Tribun Jabar, 23 April 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan