-->

Kronik Toggle

Arif Afandi Borong Buku Lan Fang

SURABAYA–Novelis Lan Fang membedah karya terbarunya Ciuman di Bawah Hujan(CBH) malam ini (3/4) dalam penutupan Gramedia Book Fair 2010 yang berlangsung sejak 31 Maret di Gramedia Expo, Surabaya.

CBH adalah sebuah novel politik yang dibumbui kisah cinta. Terinspirasi dari pengalaman pribadi Lan Fang selama bergelut dengan kalangan politisi di masa Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Pemilihan Calon Legislaif, dan Pemilihan Presdien tahun lalu. Situasi politik yang penuh tekanan dan dinamika yang sulit ditebak itu sempat membuat Lan Fang tertekan secara psikis. Namun ia berusaha mengambil sisi positif dengan menuliskannya menjadi sebuah cerita novel.

Novel yang merupakan pengembangan dari cerita novelet 1001 hari di Hongkong ini pernah dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas. Lan Fang bercerita tentang Ari, politisi bermata matahari yang tidak pernah mampu menangkap asap. Juga ada Rafi, politisi berkaki angin yang terjebak dalam basah gerimis serta Fung Lin yang menantikan laki-laki yang akan menciumnya di bawah hujan.

Hadir sebagai pembedah dalam acara kali ini adalah Wakil Walikota Surabaya yang juga sedang mencalonkan diri menjadi Calon Walikota Surabaya 2010-2014, Arif Afandi. “Persepsi mengenai politisi seperti yang ada dibenak Rafi sebenarnya tidak berlaku pada semua politisi. Karena sebenarnya ada politisi yang masih memiliki nurani. Semestinya, politisi tugas utamanya adalah mencerdaskan masyarakat melalui aktivitas politiknya, tidak semata mengumpulkan massa dan melakukan manipulasi untuk meraih kekuasaan”, kata Arif menanggapi isi CBH.

Arif memborong 150 eksemplar novel Lan Fang dan dibagikan pada semua peserta yang hadir. Novel itu menjadi istimewa karena mendapat tanda tangan Lan Fang dan juga Arif Afandi.(DS/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan