-->

Kronik Toggle

Curhatlah dengan Menulis

Semarang, Choiriah (21) mengusap air mata yang  mulai mengalir dari matanya mendengar kisah hidupnya dibacakan oleh Sinta, pembawa acara, dari Koalisi Jurnalis Perempuan (KJP).

“Setelah PHK untuk dapat makan saya harus menjual diri di jalanan. Beberapa waktu kulalui pekerjaan itu sampai satu saat sadar bahwa apa yang kuperbuat adalah dosa. Saya sadar dan bertobat, namun cobaan datang. Suatu hari aku berhubungan dengan laki-laki yang ingin mengajak hidup bersama. Di sebuah rumah, di situ aku dipaksa melayani nafsunya.

Kesadaran bahwa aku telah bertobat, memaksa aku memberanikan diri menghunjamkan pisau yang kebetulan tergeletak tak jauh dari tempat kejadian. Tanpa pikir panjang pisau kutancapkan ke perutnya. Aku sangat takut, jangan-jangan laki-laki itu menarik pisau dan akan menikamkan ke badanku. Kuambil pisau yang masih menancap di perut laki-laki itu dan kuhujamkan lagi ke dadanya hingga akhirnya ia meninggal. Peristiwa itu membawa aku tinggal di sini sampai sekarang”.

Sepenggal tulisan kisah nyata yang pahit itu membawa Choiriah asal Grobogan menjadi juara satu lomba penulisan penghuni Lembaga Pemasyarakatan Bulu yang diadakan oleh KJP Semarang. Dia menyisihkan 16 teman-temannya sesama penghuni. Juara 2 dan 3 dipegang oleh Ryan dari Jakarta dan Mirin dari Semarang.

Lomba diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini, 21 April 2010, yang diprakarsai KJP. Ketua panitia Titik Widyani dari TVRI  menjelaskan, acara pelatihan menulis bagi penghuni LP Bulu sebagai salah satu upaya memotivasi diri berkarya melalui tulisan. Dengan menulis, diharapkan penghuni LP bisa mengisi waktu dengan lebih positif dibanding sebelumnya.

Pelatihan penulisan diberikan oleh Prie Gs dan Dra Humaini As. Prie GS, motivator, jurnalis yang seniman, Dewan Redaksi Harian Suara Merdeka. Sedangkan Humaini As, jurnalis yang Ketua yayasan Kepodang/Koalisi Komunikasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak /KKP3A Jawa Tengah.

“Curhatlah dengan menulis, saya akan bimbing” begitu Prie GS. Sementara Humaini mengatakan bahwa perempuan di sini (penghuni LP) adalah luar biasa. Kisahnya sudah menjadi bahan tulisan bagus.

Selain menulis berbentuk feature, juga diadakan lomba membuat puisi. Empat orang tampil. Sebagai pemenang adalah mereka dengan nama-nama disamarkan. Masing-masing Manohara (karena wajahnya mirip Manohara, artis yang mantan istri Pangeran dari Malaysia), “Tina Toon”, “Siti ” dan “Simanis”

Acara Kartinian itu juga dimeriahkan dengan band yang dimainkan oleh anggota KJP bareng dengan Penguni LP. “Kebebasan” para penghuni itu hanya sebatas jam 08.00-12.30 hari itu, di aula terbuka di tengah bangunan sel-sel tembok putih bervariasi cat hijau.

Menambah Pengetahuan

Saat pembukaan, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Jateng, Sulaimah SH, menyatakan penghargaannya kepada KJP yang memprakarsai kegiatan itu.Dengan menulis akan menambah pengetahuan dan wawasan.

Sulaimah juga membacakan sambutan dari Wagub Jateng yang mengajak semua untuk meneruskan semangat Kartini dalam memajukan bangsa, khususnya kaum perempuan.

*) Dikronik dari SuaraMerdeka Online, 22 April 2010

1 Comment

fatimatus zahro - 26. Jul, 2012 -

aku dplih jd ktua buber ni,tp aku blm siap krn gk PD,aku hrus gmna?kata2 apa yg hrus aku kluarkan?

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan