-->

Kronik Toggle

Wonokromo Garap 23 Buta Huruf

WONOKROMO – Camat Edi Christijanto tercengang. Di wilayah Kecamatan Wonokromo yang tergolong kawasan pusat kota, masih ditemukan 23 warga buta aksara dari keluarga tidak mampu dan putus sekolah. Edi menargetkan mereka harus melek huruf pada 31 Mei mendatang.

Petugas kecamatan tersebut mencatat, usia warga buta huruf itu 20-45 tahun. Yang tinggal di Kelurahan Wonokromo 15 orang dan di Kelurahan Ngagel delapan orang. Seluruhnya ber-KTP Surabaya. Untuk mengatasi itu, Edi menyatakan akan berkoordinasi dengan UPTD Dinas Pendidikan Wonokromo. Koordinasi tersebut, lanjut dia, terkait dengan rencana teknis pembelajaran. “Secara garis besar sudah siap,” katanya kemarin (25/3).

Edi berharap, pekan depan 23 warga yang sama sekali belum bisa membaca dan menulis itu sudah dapat meĀ­nerima pembelajaran. Di Kelurahan Wonokromo, pembelajaran bagi buta huruf digelar di balai RW. Sementara di Kelurahan Ngagel, pembelajaran dilaksanakan di kantor kelurahan. “Kalau kami, tinggal perintah saja,” terang Lurah Wonokromo Hamzah Fajri.

Jadwal belajar membaca dan menulis bisa sore atau malam. Itu dilakukan sebagai solusi jika ada di antara peserta pembelajaran yang memiliki aktivitas pada pagi hari. “Mereka tidak boleh dipaksa. Tapi, targetnya Mei nanti sudah bisa baca dan tulis,” ujar Hamzah.

Sumber: Jawa Pos, 26 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan