-->

Kronik Toggle

Bahasa Sunda Jangan Sampai Punah

BOGOR-Wali Kota Bogor Diani Budiarto menyatakan bahwa bahasa Sunda harus diusahakan secara maksimal agar tidak menjadi bagian dari bahasa daerah di Indonesia yang nantinya terancam punah.

“Kita memang patut khawatir, karena Bahasa Sunda telah mulai jarang dipakai oleh sebagian besar masyarakat kita dalam keseharian,” katanya seperti disampaikan Asisten Tata Praja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Ade Syarip Hidayat di Bogor, Jumat.

Pernyataan wali kota itu disampaikan pada sebuah acara “Pasanggiri Seni Sunda”, dengan merujuk pada informasi para ahli bahwa saat ini ada lebih kurang 6.000 hingga 7.000 bahasa etnis atau daerah di berbagai belahan dunia yang terancam punah karena tidak lagi digunakan oleh masyarakat pendukungnya.

“Bedasarkan kenyataan itulah maka tentunya kita harus berusaha keras supaya Bahasa Sunda tidak menjadi bagian dari bahasa daerah yang punah,” katanya.

Dikemukakannya bahwa Bahasa Sunda, saat ini hanya sering dipakai dalam ruang-ruang kelas formal di sekolah dasar (SD) atau sekolah menengah pertama (SMP), sementara dalam bahasa sehari-hari terus mengalami penurunan pemakaian.

Karena itu, wali kota sangat menghargai adanya kegiatan “Pasanggiri Seni Sunda” yang diikuti oleh para pelajar SD, SMP dan SMA dari Kota dan Kabupaten Bogor.

“Insya Allah kegiatan ini merupakan bagian untuk mendekatkan anak-anak kita sebagai generasi penerus terhadap budaya Sunda dan menjadikan mereka selalu terbiasa dengan bahasa Sunda,” katanya.

Kegiatan yang juga dirangkaian dengan peringatan hari jadi tabloid “Sunda Urang” kedua itu, menurut Diani Budiarto, juga bisa menjadi bagian dari upaya menyelamatkan bahasa daerah dari ancaman
kepunahan.

“Tentu saja kami turut bahagia karena tabloid ’Sunda Urang’ adalah satu-satunya koran berbahasa Sunda di Kota Bogor, yang telah bertahan dengan baik selama dua tahun ini,” katanya.

Malahan, kata dia, dengan adanya tabloid tersebut bisa menjadi sebuah “oase” yang turut menjadi entitas warga Kota Bogor sebagai orang Sunda.

*) Dikronik dari Kompas Online, 6 maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan