-->

Kronik Toggle

Terungkapnya Surat JD Salinger

SURAT-SURAT tua novelis kenamaan Amerika Serikat J.D. Salinger yang belum pernah dipublikasikan akhirnya dirilis. Surat-surat yang panjang ini mengungkap kisah perjalanan si penulis pada tahun-tahun setelah dirinya memutuskan untuk hidup menyendiri dan menyepi.

Morgan Library dan museum di New York mengonfirmasi laporan dalam The New York Times mengenai ditemukannya surat-surat yang sedang dipersiapkan untuk dipamerkan dalam peringatan kematian Salinger pada 28 Januari di usia 91 tahun.

Surat-surat ini ditulis Salinger antara tahun 1951 dan 1993 kepada E. Michael Mitchell, ilustrator yang mendesain sampul novelnya yang paling laris terjual di dunia, The Catcher in the Rye.

Surat-surat ini, menurut Times, membuka jendela misteri menuju kehidupan Salinger saat dia menutup akses dan seluruh jaringannya dengan dunia di luar wilayah kediaman pribadinya di New Hampshire House.

Secara signifikan dalam surat itu, novelis legendaris ini juga menjelaskan bahwa meskipun publikasinya yang terakhir sudah lama terbit, yaitu tahun 1965, namun sebenarnya ia tak pernah berhenti bekerja sejak saat itu.

The Times mengatakan bahwa Salinger mendeskripsikan hidupnya di akhir tahun 1980-an merupakan ciri hidup seoang penulis yang disiplin. Masa-masa itu, ia secara teratur bangun pukul enam pagi dan mulai bekerja sepanjang hari. Seharian itu pun biasanya ia tak mengizinkan kesibukannya terganggu, kecuali sangat penting atau memang situasinya mengizinkan.

Pernyataan Salinger ini dipastikan akan menimbulkan spekulasi bahwa produktivitas menulis Salinger mungkin juga mencakupi karya-karya yang tidak terpublikasi.

Surat-surat ini diserahkan pada Morgan Library sebagai bagian koleksi sastra Amerika Serikat abad 20. Menurut Times, para pejabat museum di New York menjaga baik-baik keberadaan surat ini hingga sang penulis meninggal.

Novel Catcher In The Rye, yang kali pertama diterbitkan pada tahun 1951, bertutur tentang kepedihan remaja. Karya tulis ini menjadi salah satu novel Amerika paling berpengaruh di zaman modern. Tidak lama setelah novel tersebut diterbitkan, Salinger menghindari ketenaran yang bersumber dari karyanya dan menjalani hidup menyendiri hingga akhir hayatnya.

Syifa Amori/AFP

*) Dikronik dari Jurnal Nasional, 7 maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan