-->

Kronik Toggle

Sembilan Cerita tentang Rakyat

Jakarta – Perkumpulan Demos, lembaga kajian demokrasi dan hak asasi manusia, meluncurkan buku kumpulan cerita pendek Cerita tentang Rakyat yang Suka Bertanya di GoetheHaus, Jalan Sam Ratulangi Nomor 9-15, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Buku setebal 186 halaman itu berisi sembilan cerpen yang ditulis oleh sastrawan dan aktivis politik, yakni Martin Aleida, A.S. Laksana, Linda Christanty, Lan Fang, Oka Rusmini, Puthut E.A., FX Rudy Gunawan, Irwan D Kustanto, dan Miranda Harlan.

Demos optimistis bahwa isu demokrasi yang hendak disampaikannya melalui cerpen ini akan sampai ke masyarakat. “Sebuah cerita dapat menyampaikan sesuatu lebih baik ketimbang nasihat,” kata Direktur Eksekutif Demos, Antonio Pradjasto.

Acara peluncuran buku itu disertai diskusi dengan pembicara Antonio Pradjasto, FX Rudy Gunawan, A.S. Laksana, dan arsitek Marco Kusumawijaya sebagai penanggap serta Raharja Waluya Jati dari Radio Voice of Human Rights Jakarta sebagai moderator.

Demos membutuhkan waktu enam bulan untuk melakukan pendekatan dengan para calon penulis buku  dan enam bulan lagi untuk menyelesaikan pembuatan buku ini sebelum akhirnya diluncurkan kemarin. Cerita-cerita dalam buku itu berisi penjabaran ide demokrasi yang dikemas sebagai cerita berdasarkan tafsir masing-masing pengarang.

Deputi Direktur Demos, Shirley Doornik, menilai cerpen mampu menyajikan detail peristiwa keseharian yang disajikan secara ringan, sehingga diharapkan lebih menyentuh sasaran. Di samping itu, “Pemilihan cerpen sebagai medium penyebaran gagasan dapat menghindarkan kesan demokrasi sebagai ide yang serius dan kaku,” katanya.

Acara peluncuran itu diisi pula dengan pembacaan cerpen “Monolog Tongkat” karya Irwan D. Irwanto oleh seorang tunanetra bernama Ade. Martin Aleida dan Linda Christanty juga sempat membacakan nukilan dari buku itu.

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 12 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan