-->

Kronik Toggle

Sebanyak 53 Ribu Warga Jember Buta Aksara

Jember – Kepala bidang Pendidikan Formal dan Informal Dinas Pendidikan Nasional (Dispendiknas) Kabupaten Jember,  Sudiyono mengatakan sampai saat ini sedikitnya 53.647 warga Kabupaten Jember Jawa Timur buta aksara.
Tahun ini, Dinas Pendidikan Nasional berencana menghidupkan kembali Satuan tugas (Satgas) penuntasan buta aksara, mulai dari tingkat kabupaten, hingga ke tingkat kecamatan dan desa. “Tujuannya, untuk menggerakan masyarakat, baik secara perorangan maupun organisasi untuk ikut ambil bagian dalam penuntasan buta aksara,” katanya, Jum’at (12/03) pagi.

Sudiono mengatakan, ribuan warga buta aksara itu itu tersebar di 31 kecamatan. Saat ini, tim Dinas Pendidikan disiapkan untuk memberikan pelatihan kepada para tutor dan juga memberikan inovasi baru terkait bagaimana pembelajaran di kalangan buta aksara bisa lebih cepat dalam membaca, menulis, dan berhitung.

Komisi D, yang membidangi masalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa program keaksaraan fungsional selama ini tidak berhasil. Menurut anggota Komisi D, Ayong Syahroni, seharusnya Dinas Pendidikan Jember bertanggungjawab dengan slogan selama ini bahwa sejak tahun 2007 lalu Jember sudah bebas buta aksara. “Kalau slogannya diklaim begitu, sekarang kenyataannya kok begini?,” katanya.

Sudiyono membantah bahwa program keaksaraan fungsional selama ini tidak berhasil. Menurut dia, program itu sudah bisa menuntaskan buta aksara bagi warga usia produktif 15-45 tahun. “Sekarang sisanya, yang buta aksara lebih kurang 2 persen dari jumlah penduduk Jember,” katanya.

Mahbub Djunaidy

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 12 maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan