-->

Kronik Toggle

PMII Kecam Penghargaan Jember Bebas Buta Aksara

Jember – Sejumlah aktivis perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berunjukrasa di Bundaran DPRD Jember, Senin (8/3/2010) pagi. Mereka mengecam klaim Jember telah bebas buta aksara oleh pemerintah daerah.

Kendati aksi ini diikuti sedikit aktivis dan mayoritas perempuan, namun petugas kepolisian tetap melakukan pengamanan sebagaimana biasa. Aksi tersebut tidak menimbulkan kemacetan, karena para mahasiswi memilih berorasi di tepi jalan.

Lutfia Fatati, koordinator aksi, menyatakan, gembar-gembor Jember bebas buta huruf bertentangan dengan kenyataan. Berdasarkan data yang diperoleh PMII, 53.624 orang warga Jember masih buta aksara pada tahun 2008. Sementara itu, 8 September 2008, Pemkab Jember justru memeroleh penghargaan pemerintah pusat, karena dipandang berhasil menuntaskan buta aksara usia produktif.

“Program pemerintah ternyata tak sesuai realitas di lapangan. PMII Jember setelah melakukan investigasi di Kecamatan Silo dan Jelbuk, 100 persen program ini tak berjalan efektif,” kata Lutfia dalam pernyatannya.

Dengan temuan itu, PMII memertanyakan lagi klaim Pemkab Jember. “Apakah pandangan masyarakat yang salah ataukah pemerintah terlalu berani menyatakan “Jember bebas buta huruf” demi mendapatkan penghargaan semata. Jika benar kenyataannya seperti itu, maka pemerintah telah melakukan pembohongan publik kepada masyarakat Jember,” kata Lutfia.

Terkait itu semua, PMII menuntut Pemkab Jember perlu mewujudkan pendidikan yang merata bagi kaum perempuan di Jember. Pemerintah juga harus memberikan akses pendidikan kepada kaum miskin perempuan di daerah pedesaan.

“Pemerintah segera mengatasi ketidakmerataan pendidikan masyarakat di wilayah perkebunan. Pemerintah juga harus segera menciptakan format baru pendidikan berbasis gender di wilayah perkebunan, sehingga buta aksara di wilayah perkebunan bisa diatasi,” seru PMII

*) Dikronik dari beritajatim, 8 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan