-->

Kronik Toggle

Stop Edar Buku Pemboman Hiroshima

New York – Henry Holt and Company, salah satu penerbit tertua di Amerika Serikat yang berkantor di New York, menghentikan penerbitan buku The Last Train from Hiroshima karya Charles Pellegrino karena sejumlah kejanggalan yang terkait dengan buku dan penulisnya. Buku itu sempat dipuji beberapa kritikus dan dilirik James Cameron, sutradara Avatar, untuk diangkat ke layar lebar.

“Dengan sangat menyesal Henry Holt and Company mengumumkan bahwa kami tak akan mencetak, mengoreksi atau mengirim buku The Last Train from Hiroshima karya Charles Pellegrino,” kata sang penerbit dalam pernyataan yang diberikan kepada kantor berita The Associated Press pada Senin waktu setempat. Penerbit itu juga menyatakan bahwa Pellegrino tak dapat menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan kantor berita Amerika Serikat itu, termasuk apakah dua orang yang disebut dalam buku tentang pemboman Hiroshima itu benar-benar ada.

Kecurigaan terhadap buku itu muncul pertama kali setelah pada sepakan lalu Pellegrino mengaku bahwa satu dari sumber yang diwawancarainya keliru dalam klaimnya sebagai salah satu penumpang di pesawat yang mendampingi Enola Gay, pesawat B-29 yang menjatuhkan bom pertama kali ke Hiroshima pada 1945. Holt awalnya berjanji untuk mengeluarkan edisi koreksinya.

Tapi, kecurigaan lain muncul. Penerbit tak dapat memastikan keberadaan Bapa Mattias, yang seharusnya tinggal di Hiroshima pada waktu pemboman, dan John MacQuitty, yang diidentifikasi sebagai sarjana Jesuit yang memimpin pemakaman Mattias.

“Saya membaca sejumlah buku tentang periode itu dan tak satu pun yang menyebut soal Mattias atau MacQuitty. Saya tahu bahwa tak mungkin orang-orang ini bisa raib bila mereka memang benar-benar nyata,” kata Barton Bernstein, profesor sejarah di Stanford University.

Latar belakang Pellegrino juga dipertanyakan. Dia kadangkala menyebut dirinya Dr. Pellegrino, dan situs webnya, www.charlespellegrino.com, menyebut dia mendapat gelar Ph.D. pada 1982 dari Victoria University of Wellington, Selandia Baru. Tapi, kampus itu mengaku tak punya bukti bahwa Pellegrino telah meraih gelar tersebut.

“Pengarang setiap buku nonfiksi harus mempertahankan isinya. Kami harus bersandar pada pengarang kami untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul mengenai akurasi dari karyanya dan kehandalan sumber-sumbernya,” kata penerbit Henry Holt. “Sayangnya, Pellegrino tak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tambahan yang muncul tentang bukunya.”

Melalui surat elektroniknya, Pellegrino mengatakan bahwa identitas MacQuitty sudah diubah dan dia abai untuk menyebutnya dalam bagian ucapan terima kasih di buku itu. Dia juga mengatakan bahwa gelar Ph.D. itu telah dicabut karena perdebatan soal teori evolusioner. Pellegrino tak menyebut-nyebut soal identitas Bapa Mattias.

Nicole Dewey dari penerbit Holt mengatakan telah mencetak 18 ribu kopi buku itu pada Januari. Penerbit, kata dia, akan membayar penuh toko buku yang ingin mengembalikan buku itu dan konsumen yang ingin mengembalikannya harus membawanya ke toko tempat pembeliannya.

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 2 maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan