-->

Kronik Toggle

Pameran Sejarah Pelarangan Buku di Indonesia

JakartaSepanjang 14 – 17 Maret 2010, pameran pelarangan buku digelar di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dalam pameran bertajuk “Pelarangan Buku: Menutup Jendela Dunia” itu disajikan kilas balik sejarah lahirnya rezim pelarangan buku sejak zaman kolonial hingga Orde Baru.

Ketua Pelaksana Pameran Elsa Rini Pratsnawati mengatakan, pameran itu digelar terkait dengan tindakan pelarangan beberapa buah buku oleh Kejaksaan Agung pada akhir 2009 lalu. “Ini merupakan respons dari tindakan Jaksa Agung,” katanya. “Dari perspektif HAM, tindakan Kejagung itu melanggar.”

Untuk itu panitia penyelenggara bekerja sama dengan sejumlah seniman dan aktivis HAM mengingatkan bahaya pelarangan buku bagi kelanjutan proses reformasi dan kehidupan demokrasi melalui media seni rupa. “Melalui sejarah, kita akan melihat betapa pelarangan buku terus berlangsung hingga saat ini,” ujar Rini.

Dalam pameran tersebut ditampilkan sejarah perjalanan rezim pelarangan buku. Dimulai zaman kolonial Belanda. Saat itu memang belum ada pelarangan buku, tapi yang terjadi adalah para penulis buku dipenjarakan oleh pemerintah yang berkuasa.

Kemudian beranjak ke zaman Orde Lama hingga Orde Baru. Di masa ini, upaya pelarangan mulai kerap dilakukan oleh pemerintah, tidak hanya dilarang terbit namun para penulisnya pun harus rela mendekam dalam penjara.

Yang menarik, dalam arena pameran tersebut panitia membuat desain penjara. Di dalam ruang penjara itu terdapat sebuah mesin ketik dan beberapa nama-nama buku yang dilarang beredar. Lalu, ada pula beragam bentuk gambar-gambar stensil, poster, dan lukisan – yang isinya menolak tindakan pelarangan bukut.

Menurut Rini, konsep yang coba diusung dengan menampilkan buku dalam ruang penjara adalah menggambarkan pemerintah telah memenjarakan kebebasan berekspresi seseorang untuk mencurahkan ide-idenya dalam sebuah buku. “Itu sama saja dengan memanjarakan pikiran manusia,” katanya.

Herry Fitriadi

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 16 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan