-->

Kronik Toggle

[OBITUARY] Novelis Spanyol Miguel Delibes

Madrid – Miguel Delibes, novelis Spanyol pemenang Hadiah Cervantes, meninggal dalam usia 89 tahun hari ini di rumahnya di Kota Valladolid, Spanyol, hari ini. Dia tutup usia setelah beberapa tahun berjuang melawan kanker usus yang dideritanya. Radio Nasional Spanyol mengumumkan kabar ini dengan mengutip keterangan dari keluarga Delibes.

“Kita harus mengingatnya sebagai seorang yang baik dan penulis besar,” kata Menteri Pendidikan Spanyol Angel Gabilondo melalui siaran radio.

Delibes terkenal sebagai novelis yang karya-karyanya banyak menggambarkan kehidupan pahit masyarakat desa di masa pascaperang sipil Spanyol dan analisa psikologisnya terhadap para tokohnya.

Dia memulai karirnya sebagai kartunis di sebuah suratkabar provinsi sebelum menjadi reporter, editor dan akhirnya novelis dalam bentangan perjalanan selama 50 tahun. Puncaknya dia meraih Hadiah Cervantes, penghargaan sastra tertinggi untuk negeri-negeri berbahasa Spanyol, pada 1993. Novel pertamanya, La sombra del ciprés es alargada, memenangi Premio Nadal, hadiah sastra tahunan Spanyol oleh penerbit Ediciones Destino, pada 1947. Dia juga anggota Real Academia Espanola, lembaga pengawas resmi bahasa Spanyol.

“Saya merasa menyesal bahwa tak cukup waktu baginya untuk meraih Hadiah Nobel, karena dia adalah salah satu pengarang yang layak menerimanya,” kata Menteri Kebudayaan Angeles Gonzalez-Sinde. “Dia adalah penulis yang karyanya banyak dibaca, sangat produktif, dan juga inspirasi besar bagi para seniman.”

Debile telah menulis lebih dari 60 judul buku. Salah satu novelnya yang terkenal adalah Los Santos Inocentes (Santo-santo Tak Berdosa) yang terbit pada 1981. Novel itu menggambarkan para petani melarat yang hidup di bawah kaki tuan tanah yang kaya dan egois. Dalam sebuah adegan dramatis, seorang petani yang berpikiran sederhana memasang perangkap yang membuat si kaya tergantung setelah menembak burung piaraan petani itu dengan senapan berburu. Buku itu diangkat ke layar perak pada 1984 oleh sutradara Spanyol, Mario Camus.

Karya lain yang terkenal adalah Cinco horas con Mario (Lima Jam Bersama Mario), yang terbit pada 1966. Novel itu mengisahkan seorang janda, yang duduk di samping peti mati suaminya, sambil merenung mengenai masa mereka bersama dan mengkritik kepercayaan dan moral sosial kehidupan masyarakatnya.

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 12 maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan