-->

Lainnya Toggle

Mesir Seret Seorang Blogger ke Pengadilan Militer

Jakarta – Pemerintah Mesir baru mendapat kritik dari sebuah lembaga hak asasi manusia internasional karena mengadili warga sipil dalam pengadilan militer akibat tulisan dalam blog.

Ahmed Mustafa, seorang mahasiswa teknik berusia 20 tahun diseret ke pengadilan militer karena menulis praktik kolusi di akademi militer Mesir. Mustafa menulis anak seorang guru disingkirkan dari akaemi untuk memberi tempat bagi anak seseorang yang bisa memberi sumbangan besar bagi akademi tersebut.

Mustafa dituduh menyebarkan informasi rahasia dan informasi palsu yang menghina pejabat yang bertanggung jawab menentukkan penerimaan calon kadet.

Dalam hukum darurat Mesir yang berlaku sejak 1981 pemerintah memiliki hak menahan seseorang tanpa batas waktu dan mengadili warga sipil dalam pengadilan militer.

Deputi Direktur urusan Timur Tengah dalam Human Rights Watch Joe Stork mengatakan tidak ada satu negara yang berani menyatakan menghormati hak asasi manusia mengadili seseorang karena tulisan.”

Namun berdasarkan dua hukum hak asasi manusia internasional yang juga  diratifikasi oleh Mesir, pemerintahan sebuah negara diwajibkan melindungi kebebasan berekspresi.
Tidak ada proses hukum yang dilaksanakan terhadap akademi militer berdasarkan tulisan itu.

BBC | RONALD

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 2 februari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan