-->

Kronik Toggle

Luncurkan Buku, Anand Krishna Didemo

Peluncuran buku Anand Khrisna “Youth Challenges and Empowerment” di Gramedia, Matraman diwarnai aksi demonstrasi.

Lima perempuan yang menamakan diri Gerakan Anti Pelecehan Seksual (Gaps) menggelar aksi sebagai bentuk protes atas dugaan pelecehan seksual Anand Khrisna terhadap beberapa muridnya.

Aan Kurniawati, aktivis Gaps mengatakan, Anand Krishna harus diproses secara hukum. Hal itu agar tidak menimbulkan korban selanjutnya.

“Saya prihatin atas prilaku Pak Anand. Saya berharap, tidak ada lagi korban,” kata aktivis Gaps, Aan Kurniawati kepada wartawan, Jakarta, Kamis, 4 Maret 2010.

Dia menganggap, ajaran spiritual Anand Krishna dapat membahayakan perempuan, khususnya muridnya yang sudah lama belajar spiritual dengan pria keturunan India ini.

“Ketika disidik polisipun dia masih menganggap dirinya guru spritual yang suci. Malah Anand sempat-sempatnya mempromosikan diri sebagai penulis buku yang produktif,” imbuhnya.

Padahal, menurutnya, melalui buku-buku tersebut masyarakat banyak yang tertipu sehingga mengikutinya.

Sementara, usai peluncuran bukunya, Anand Krishna menyatakan, akan memberikan keterangan pers terkait pencemaran nama baiknya di gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jumat 5 Maret 2010 besok pukul 09.00 WIB.

“Terkait berita negatif tentang saya, akan saya berikan dalam konperensi pers besok,” kata Anand.

Setelah Tara Pradipta Laksmi (19) dan Sumidah, tokoh spiritual Anand Krishna kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Kali ini dia dilaporkan oleh tiga perempuan, kasusnya masih sama, dugaan pelecehan seksual.

“Mereka berinisial AA, DS, FA, berumur 30-40 tahun, dan berdomilisi di Jakarta,” kata kuasa hukum pelapor, Agung Mattauch di Polda Metro Jaya, Kamis 25 Februari 2010.

Ketiga perempuan ini mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual yang lebih parah dari Tara.

*) Dikronik dari Vivanews, 4 maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan