-->

Kronik Toggle

Geliat Penerbitan Kitab Alquran

Siapa pun yang berkunjung ke ajang Islamic Book Fair (IBF) 2010 di Istora Gelora Bung Karno Jakarta akan dibuat kagum oleh maraknya produk Alquran yang diterbitkan berbagai penerbit di Tanah Air.

Sebut saja Penerbit Sygma Publishing dengan seri mushaf dan terjemah Syaamil Al-Qur’an, Syaamil Al-Qur’an Terjemah Per Kata dan Syaamil Al-Qur’an The Miracle 15 in One.

Demikian pula dengan Penerbit Gema Insani yang menerbitkan seri Al-Huda, baik berupa mushaf, mushaf dan terjemah, Ensiklopedi Juz ‘Amma, Mushaf Lafziyyah atau Al-Qur’an Terjemah Per Kata hingga Al-Qur’an Tiga Bahasa. Sebelumnya, Gema Insani juga telah menerbitkan terjemahan Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Fi Zhilalil Qur’an.

Penerbit Darus Sunnah juga menerbitkan mushaf dan terjemah Alquran seri Al-Kamil, selain juga menerbitkan terjemahan Tafsir Al-Aisar. Sedangkan Penerbit Mizan menerbitkan mushaf dan terjemah Alquran seri Al-Mizan. Penerbit Embun Publishing menerbitkan mushaf Alquran edisi lux yang dinamakan Embun Qur’an.

Penerbit Pena Pundi Aksara menerbitkan seri mushaf dan terjemah Alquran serta Alquran Tajwid dengan nama Pena Qur’an: Alquran Tajwid, Terjemah dan Transliterasi Latin. Penerbit Lentera menerbitkan Tafsir Al-Misbah.

Penerbit Pustaka As-Sunnah menerbitkan Tafsir Al-Kahfi. Penerbit Gerbang Ilmu Press menerbitkan Tafsir Al-Amtsal. Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i menerbitkan terjemah Tafsir Ibnu Katsir.
Penerbit Maghfirah Pustaka menerbitkan mushaf dan terjemah Alquran, dan Tafsir Qur’an Per Kata.
Penerbit baru yang juga berkiprah di penerbitan produk Alquran adalah CV Bayan, yang menerbitkan Bayan Qur’an. Yang menarik, para penerbit itu tidak hanya sekadar menerbitkan mushaf dan terjemah Alquran — yang diambil dari terjemah resmi Departemen Agama RI –, tapi juga melengkapi kitab-kitab tersebut dengan bermacam-macam kreativitas, sehingga menghasilkan pilihan yang makin banyak dan menarik bagi masyarakat.

Misalnya, Syaamil Al-Qur’an The Miracle 15 in One yang memuat 15 hal menyangkut Alquran. Yakni, Alquran terjemah per kata, terjemah Departemen Agama, tajwid sistem Quantum Reading Qur’an, panduan hukum tajwid, VCD tutorial sistem QRQ, tafsir ringkas, asbabunnuzul, doa-doa dalam Alquran, dan mukjizat Alquran.

Juga, indeks Alquran, atlas Alquran, kisah para nabi dalam Alquran, zikir Al-Ma’tsurat, dan intisari ayat. “Hanya dalam waktu dua bulan sejak diluncurkan pertama kali pada bulan Desember 2009, The Miracle sudah empat kali cetak ulang, dan sampai saat ini jumlah pesanan yang masuk daftar tunggu (indent) mencapai puluhan ribu eksemplar,” ungkap Habibie Burhani, National Sales Manager Sygma Publishing.

Sedangkan Al-Qur’an Bayan mengandung 12 macam hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Misalnya, Alquran terjemah, tajwid, mutiara ayat, munasabah kelompok ayat, munasabah surah, indeks Alquran, untaian hikmah, dan doa-doa dalam Alquran. Selain itu, asbabunnuzul, hadis-hadis berkaitan, kumpulan dalil keutamaan membaca Alquran, dan pesan Alquran untuk wanita dan keluarga.

“Semula kami menargetkan Al-Qur’an Bayan cetakan pertama akan habis dalam waktu enam bulan. Namun ternyata dalam waktu kurang dari satu bulan, sudah terjual semua, dan itu pun belum semua pesanan bisa dilayani. Saat ini indent (pesanan yang masuk daftar tunggu) mencapai ribuan eksemplar,” papar General Manager Bayan Qur’an, Muhamad Asrori.

Terobosan dilakukan oleh Penerbit Gema Insani dengan menerbitkan Al-Qur’an Tiga Bahasa juga menarik. Sebab dengan adanya terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, di samping teks Alquran dalam bahasa Arab, akan memudahkan umat Islam yang memerlukan terjemah Alquran dalam bahasa Inggris.

Direktur Gema Insani yang juga Ketua IBF 2010, Iwan Setiawan, menuturkan, produk Alquran yang diterbitkan oleh berbagai penerbit Indonesia mempunyai aneka kreativitas yang luar biasa.

Dari segi desain covernya, jenis kertas yang digunakan, jenis tulisan,  huruf Alquran yang dipakai, variasi warna teks Alquran khususnya dikaitkan dengan hukum tajwid maupun artinya, maupun kreativitas dalam hal berbagai kelengkapan lainnya dan penyajiannya secara artistik di tiap-tiap halaman.

“Variasi produk Alquran yang diterbitkan oleh para penerbit Indonesia boleh dikatakan satu-satunya di dunia, bahkan di Timur Tengah pun tidak sevariatif ini,” tegas Iwan Setiawan.

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta, Afrizal Sinaro mengakui perkembangan penerbitan produk Alquran di Indonesia luar biasa. “Saya melihat, perkembangan produk Alquran di negeri kita merupakan fenomena yang luar biasa dan sangat menarik,” ujarnya.

Makin banyaknya penerbit yang terjun ke penerbitan produk Alquran, kata Afrizal,  merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan. “Hal yang perlu kita ingat, betapa pun banyaknya penerbit yang kini mencetak dan menerbitkan produk Alquran, sebenarnya  jumlahnya belum seberapa dibandingkan dengan kebutuhan yang ada,” ujar Afrizal.

Masyarakat Muslim di negeri ini jumlahnya hampir 200 juta. ”Sekarang, baru berapa persen yang sudah memiliki kitab Alquran? Jadi, pasar produk Alquran masih sangat terbuka, bahkan tak ada matinya.”

Sumber: Republika, 5 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan