-->

Kronik Toggle

Siswa-Alumni Sekolah Menulis Online

Gathering siswa dan alumni SMO dan Pelatihan Menulis pada 7 Maret 2010 kali ini sungguh meninggalkan kesan yang mendalam bagi kami yang hadir mengikutinya, setidaknya bagi saya yang kebetulan selama 2 tahun belakangan ini ikut membantu kegiatan-kegiatannya.

Ibu Ning Harmanto yang dikenal sebagai seorang pengusaha di bidang herbal Mahkota Dewa dan sudah berkali-kali mendapat penghargaan di bidang kewirausahaan ini hadir paling dulu sebagai salah satu pembicara pada pagi hari itu. Dari beliau saya mendapat banyak pencerahan mengenai dunia usaha yang selama ini ditekuninya sebelum acara sharing para alumni hari itu dimulai.

Ibu Ning, alumni SMO yang saat ini sudah menulis 18 buku ini banyak memberikan tips pada sesi pertama kepada para peserta yang hadir mengenai bagaimana pentingnya menjaga stamina untuk terus menulis dan memulai setiap tulisan dengan sesuatu yang kita sukai atau yang menjadi passion kita. Dengan begitu maka menulis bisa menjadi hal yang menyenangkan dan kita tidak akan terjebak pada kondisi stagnan atau penyakit ‘macet’ yang sering dialami para pemula karena terlalu banyak memikirkan bagaimana bagus tidaknya hasil tulisan itu nantinya atau kesibukan membuat outline yang justru membuat kita menjadi tidak mengalir ketika menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.

Disamping itu, ibu Ning yang terlihat tetap enerjik dan fresh meski sudah memiliki 4 orang cucu ini memberi kiat bagaimana me-marketing-kan hasil tulisan kita sudah jadi, terutama yang sudah jadi dalam bentuk buku. “Kita bisa memulai dengan pertanyaan sederhana misalnya jenis buku apakah yang kira-kira dibutuhkan oleh para pembaca saat ini atau apakah manfaat yang bisa dipetik oleh para pembaca dalam buku yang kita tulis saat ini?” demikian penjelasan ibu Ning ketika menjawab pertanyaan peserta diskusi yang menanyakan bagaimana cara memilih tema-tema yang menarik dalam pembuatan buku. Beliau juga memberi kiat bagaimana sebaiknya melakukan acara peluncuran buku yang baik serta bagaimana pengalamannya menemukan partner kerjasama terhadap buku-bukunya selama ini sehingga beberapa diantaranya berhasil menjadi dicetak ulang berkali-kali.

Berikutnya adalah mas Faif Yusuf, alumni SMO yang menulis buku “Rahasia Jadi Enterpreneur Muda”, dengan rendah hati mas Faif justru mengatakan kepada para peserta bahwa ia sengaja datang pada acara ini untuk me-recharge kembali semangatnya untuk menulis kembali sebagaimana dulu ketika ia akhirnya bisa menyelesaikan niatnya menulis buku pertamanya mengenai kumpulan kisah para pengusaha muda yang sukses dari nol tersebut.

Mas Faif mengatakan pentingnya kita untuk men-declare kepada orang lain atau menyatakan niat kapan tulisan kita itu akan diterbitkan menjadi buku agar dengan begitu kita pikiran kita menjadi focus dalam menulis sehingga konsentrasi tidak terpecah kemana-kemana dan akhirnya malah tidak pernah menyelesaikan tulisan.

Pemilik 4 buah toko busana ini bercerita bagaimana bukunya itu akhirnya bisa selesai dengan adanya semacam LoA [Low of Attraction] dari orang-orang di sekitarnya setelah ia menyatakan keinginannya menyelesaikan buku itu. “Wah, saya mendapat banyak bantuan teman-teman dan penerbit ketika itu terutama teman-teman dari komunitas, baik komunitas pengusaha maupun penulisan.” ujarnya.

Acara makin meriah di sesi kedua yakni bagi-bagi hadiah yang beraneka ragam pada hari itu. Mbak Syasya, alumni SMO yang sudah menulis buku dan baru-baru ini naskah buku keduanya baru saja diterbitkan oleh penerbit Balai Pustaka, ikut memberikan hadiah 2 bukunya yang berjudul Rich Mom Poor Mom [diterbitkan oleh Mizan Media] untuk para peserta yang hadir. Sayang mbak Syasya berhalangan hadir karena ada anggota keluarganya yang dirawat di rumah sakit beberapa hari ini.

Ibu Ning membagikan Herbal Neck Pillow [Bantal Leher dari Herbal berbentuk syal batik yang cantik] untuk para peserta, panitia dan pembicara yang hadir. Mas Jonru tak lupa memberikan hadiah buku terbarunya “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat” kepada Ibu Ning dan acara terasa makin seru dengan adanya kue-kue buatan tangan dari Mbak Dian M Balqis, alumni pelatihan menulis yang memang dikenal jago membuat kue dan sedang menyiapkan buku pertamanya. Ehm….kita doakan semoga bukunya segera terbit ya. Sebagai ucapan terimakasih mbak Dian mendapatkan hadiah buku dari panitiaa yakni karya Dina Mardiana “Kuliah Gratis ke Luar Negri, Mau?” yang juga alumni SMO dan kini sedang menempuh kuliah di Perancis.

Saya dan mas Jonru dari SMO dan panitia pelatihan menulis mengucapkan banyak terimakasih untuk semua pembicara dan peserta yang hadir. Selamat kepada mbak Laras dan mbak Anggi yang mendapatkan doorprice serta kami mohon maaf bila ada kekurangan dalam acara ini. Jangan khawatir, InsyaAlloh kita akan bertemu kembali pada pelatihan menulis di Cirebon pada 21 Maret 2010 dan di Bandung pada 27 Maret 2010 serta 25 April di Jogjakarta. Untuk kota-kota dan daerah lain? Kami tentu sangat terbuka untuk kerjasama dengan Event Organizer lokal atau komunitas apa saja yang berminat mengadakan acara ini.

Terimakasih juga untuk para peserta yang mengusulkan ide-ide pembuatan antologi bersama setelah acara ini, untuk Warung Lesehan Cak Nur dengan hidangan Sate Maduranya dan jus-jusnya yang maknyusssss ….serta semua pihak yang telah membantu. Tetaplah menulis dan teruslah memberi inspirasi!

*) Dikronik dari catatan facebook Epri Tsaqib, 7 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan