-->

Kronik Toggle

Daud Beureueh Dijadikan Nama Pustaka Bahasa Arab

http://oase.kompas.com/read/2010/03/25/03152020/Daud.Beureueh.Dijadikan.Nama.Pustaka.Bahasa.Arab
Daud Beureueh Dijadikan Nama Pustaka Bahasa Arab
Kamis, 25 Maret 2010 | 03:15 WIB
google.com
Tgk Muhammad Daud Beureueh
BANDA ACEH, KOMPAS.com–Tokoh pejuang dan ulama Aceh Tgk Muhammad Daud Beureueh, akan dijadikan sebagai nama pustaka dan pusat bahasa Arab dan asing yang segera dibangun di Banda Aceh, Provinsi Aceh.
“Rencana mendirikan sebuah perpustakaan dan pusat bahasa Arab dan asing itu sedang dalam pembicaraan antara Wakil gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar dan mantan Menteri Pertanian Malaysia Tan Sri Dato Seri Sanusi bin Junid,” kata Kabag Humas Setda Aceh, Nurdin F Joes di Banda Aceh, Rabu.
Pustaka dan pusat bahasa Arab dan asing itu akan diberi nama “Teungku Muhammad Daud Beureueh Library and Center for Arabic and Foreign Languages”.
Nurdin menjelaskan, rencana pendirian pustaka dan pusat bahasa Arab dan asing itu berdasarkan surat Sanusi Junid bertanggal 10 Maret 2010, yang mengundang Wagub Aceh pada 25 Maret 2010 untuk sebuah pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Dalam pertemuan itu juga dihadiri Wali Kota Banda Aceh Mawardi Nurdin yang akan menyediakan lahan lokasi perpustakaan di Banda Aceh, dan tokoh/sejarawan Aceh Hasballah M Saad,” katanya.
Kehadiran perpusatakaan Daud Beureueh itu dirasakan sangat penting, yakni selain masyarakat Aceh bisa mengetahui tentang sosok tokoh “tempoe doeloe” (Teungku Daud Beureueh) itu juga sebagai upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.
“Masyarakat Aceh juga perlu mengetahui sejarah mendetail Teungku Daud Beureueh yang semasa hidupnya telah berjuang bagi kepentingan rakyat dan Aceh,” kata Nurdin mengutip pernyataan Wagub Aceh.
Kabag Humas juga menjelaskan, Wagub Aceh Muhammad Nazar juga akan menghadiri pembukaan Konferensi Antarabangsa Pembangunan Aceh (ADIC) 2010 yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia 26-28 Maret 2010.
Konferensi ADIC 2010 yang diprakarsai Persatuan Pelajar Aceh Universiti Putra Malaysia (PPA-UPM) itu juga akan dihadiri sejumlah  tokoh Aceh, antara lain Meneg BUMN Mustafa Abubakar .

BANDA ACEH–Tokoh pejuang dan ulama Aceh Tgk Muhammad Daud Beureueh, akan dijadikan sebagai nama pustaka dan pusat bahasa Arab dan asing yang segera dibangun di Banda Aceh, Provinsi Aceh.

“Rencana mendirikan sebuah perpustakaan dan pusat bahasa Arab dan asing itu sedang dalam pembicaraan antara Wakil gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar dan mantan Menteri Pertanian Malaysia Tan Sri Dato Seri Sanusi bin Junid,” kata Kabag Humas Setda Aceh, Nurdin F Joes di Banda Aceh, Rabu.

Pustaka dan pusat bahasa Arab dan asing itu akan diberi nama “Teungku Muhammad Daud Beureueh Library and Center for Arabic and Foreign Languages”.

Nurdin menjelaskan, rencana pendirian pustaka dan pusat bahasa Arab dan asing itu berdasarkan surat Sanusi Junid bertanggal 10 Maret 2010, yang mengundang Wagub Aceh pada 25 Maret 2010 untuk sebuah pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Dalam pertemuan itu juga dihadiri Wali Kota Banda Aceh Mawardi Nurdin yang akan menyediakan lahan lokasi perpustakaan di Banda Aceh, dan tokoh/sejarawan Aceh Hasballah M Saad,” katanya.

Kehadiran perpusatakaan Daud Beureueh itu dirasakan sangat penting, yakni selain masyarakat Aceh bisa mengetahui tentang sosok tokoh “tempoe doeloe” (Teungku Daud Beureueh) itu juga sebagai upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

“Masyarakat Aceh juga perlu mengetahui sejarah mendetail Teungku Daud Beureueh yang semasa hidupnya telah berjuang bagi kepentingan rakyat dan Aceh,” kata Nurdin mengutip pernyataan Wagub Aceh.

Kabag Humas juga menjelaskan, Wagub Aceh Muhammad Nazar juga akan menghadiri pembukaan Konferensi Antarabangsa Pembangunan Aceh (ADIC) 2010 yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia 26-28 Maret 2010.

Konferensi ADIC 2010 yang diprakarsai Persatuan Pelajar Aceh Universiti Putra Malaysia (PPA-UPM) itu juga akan dihadiri sejumlah  tokoh Aceh, antara lain Meneg BUMN Mustafa Abubakar .

Sumber: KOMPAS.COM, 25 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan