-->

Kronik Toggle

Darmawan Uji UU Pengamanan Barang Cetakan

JAKARTA — Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar uji materi Pasal 30 ayat (3) huruf c UU 16/2004 tentang Kejaksaan di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (09/03). Perkara yang teregistrasi dengan No. 6/PUU-VIII/2010 ini diajukan oleh Darmawan karena merasa hak konstitusionalnya dirugikan lewat larangan terbit-edar bukunya yang berjudul “Enam Jalan Menuju Tuhan”.

Dalam agenda sidang perbaikan permohonan ini, setalah melakukan renvoi, Darmawan yang didampingi kuasa hukumnya juga mengujikan UU No. 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum.

“Setelah saya cermati dan diskusikan, saya kemudian mengajukan UU Pelarangan Buku karena dalam Pasal 1 UU tersebut dijelaskan bahwa Kejaksaan agung memiliki kewenangan untuk melarang peredaran barang cetakan. Slenjutnya UU tersebut juga dapat menjerat hukuman penjara selama satu tahun. Inilah yang kemudian pangkal dari dasar terjadinya pelarangan buku,” kata Darmawan.

Sebagai penulis buku, Darmawan berpendapat bahwa hal ini merupakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh Kejaksaan berdasar UU Pelarangan Buku. ”Pelarang terhadap buku saat ini tidak zamannya lagi. Saat ini informasi melalui internet begitu cepat dan kita semua dapat download apa saja,” ujarnya.

Buku ”Eanam Jalan Menuju Tuhan” menurut Darmawan menggambarkan berbagai macam jalan menuju Tuhan dan saya juga menghimbau untuk saling menghormati. ”Mungkin ada yang tidak sependapat dengan saya dan merasa terganggu sehingga tulisan saya dianggap salah. Tapi balaslah dengan buku,” tutur laki-laki berambut putih ini.

Dalam persidangan, Darmawan bersama kuasa hukumnya menyerahkan bukti yang diajukan kepada MK antara lain, UU 16/2004 tentang Kejaksaan, UU No. 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum, Buku ”Eanam Jalan Menuju Tuhan”, serta DVD tentang acara bedah bukunya yang diselenggarakan di Universitas Paramadina (3/12/2009) yang menurut Darmawan berjalan aman dan tidak melanggar ketertiban umum. (RN Bayu Aji/Kontributor Situs MK)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan