-->

Kronik Toggle

Dapat Penghargaan SBY, Jember Ternyata Belum Bebas Buta Aksara

Jember – Meski sudah mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY sebagai kabupaten yang bebas buta aksara, ternyata kondisi riil di Kabupaten Jember masih jauh dari makna penghargaan tersebut.

Banyak warga masyarakat yang hingga saat ini masih tidak mampu membaca dan menulis. Pantauan beritajatim.com untuk melihat adanya warga yang buta huruf tersebut tidak perlu jauh-jauh ke desa-desa di kecamatan terpencil Jember.

Cukup berjalan 2-5 km saja di seputaran atau sekitar pusat kota alun-alun Jember warga buta huruf masih banyak terlihat. Dan yang terparah ada di kecamatan Patrang. Bahkan ada satu dusun yang nyaris semua warganya tidak bisa baca tulis, yakni dusun Mojan kelurahan Bintoro.

Kondisi ini akan semakin parah jika pantauan diteruskan di beberapa kecamatan pinggiran. “Dan ini bisa dicek ke seluruh kecamatan dan desa atau kelurahan pasti masih banyak warga yanng buta huruf,” terang Direktur YAM, Husni Thamrin, Senin (8/3/2010).

Kondisi ini sangat memprihatinkan karena Pemkab Jember menyatakan dengan tegas bahwa di Jember sudah bebas buta aksara, dan tidak ada warga Jember yang tidak bisa baca dan tulis. “Hal inilah yang kemudian membuat SBY menyerahkan penghargaan ke Bupati karena dianggap sukses memberantas buta huruf di Jember, tapi ternyata terbalik,” imbuhnya.

Husni siap menunjukkan lokasi-lokasi mana saja yang banak dihuni warga buta huruf. Karena pihaknya sedang melakukan pendataan akan jumlah warga yang buta huruf tersebut.

*) Dikronik dari beritajatim, 8 Maret 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan