-->

Kronik Toggle

Chavchay Luncurkan Puisi 'Pucuk Risau'

JAKARTA — Menulis puisi bukan sekadar merangkai kata-kata agar menjadi indah. sebab dalam kerja kepenyairan, kata-kata hanyalah sarana kecil dari keutuhan realitas yang ingin diungkap sang penyair. Ketika diksi dan bunyi dalam puisi menyatu, sesungguhnya penyair tidak boleh menafikan historisitas perasaan subjektifnya dan perasaan kolektif masyarakatnya yang sedang diajak bertualang menyoroti tema-tema yang tengah diangkat penyair.

Penyair harus kuat mengekspresikan sikapnya sebagai individu, sekaligus harus peka terhadap dinamika tema yang ingin ditulisnya. Begitulah penyair harus berani menyatakan visinya dan harus cerdas mengikuti perkembangan pengetahuan yang melingkupi tema tersebut. Misalnya, penyair akan mengangkat tema kematian, maka ia harus menggali dimensi kematian dari aspek-aspek yang oleh khalayak terlupakan dalam kehidupan rutinnya. begitu pun ketika penyair akan mengangkat tema keadilan sosial, sang penyair harus terlibat dalam persoalan-persoalan fundamental yang dihadapi masyarakatnya. Dengan kerja kepenyairan semacam ini, maka puisi bisa hadir mencerahkan pembaca.

Demikian pandangan yang disampaikan penyair Chavchay Syaifullah dalam acara peluncuran antologi puisinya yang bertajuk Pucuk Risau di Newseum Indonesia Cafe, Jl Veteran I No 31, Jakarta Pusat (11/03). Dalam Pucuk Risau, terdapat 100 puisi yang ditulis Chavchay dalam kurun hampir 10 tahun. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah seniman, budayawan, pejabat, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Didaulat untuk membacakan puisi antara lain Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Sutardji Calzoum Bachri, dan Hudan Hidayat.

“Chachay memang aneh ya. Gara-gara Chavchay ini saya membacakan puisi. Ini untuk pertama kalinya,” kata mantan Mensos Bachtiar yang juga diamini Bupati Mulyadi Jayabaya.

Selain meluncurkan Pucuk Risau dalam bentuk buku, Chavchay juga meluncurkan film puisi dalam bentuk VCD yang berisi 10 klip puisi Pucuk Risau.

Peluncuran ini menjadi bagian roadshow Pucuk Risau di Sumatera dan Jawa pada Maret hingga Mei. (GM/Iboekoe)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan